SMART Drone Berbasis AI Karya Mahasiswa UB Raih Emas di IFLC 2026

  • 03 Agt 2026 11:32 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang – Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) mengembangkan SMART Drone, teknologi pertanian presisi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang mampu mendeteksi serangan hama sekaligus menyemprotkan biopestisida secara tepat sasaran.
Inovasi tersebut mengantarkan SKY TEAM UB meraih sejumlah penghargaan pada International Future Leader Competition (IFLC) 2026 yang digelar di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, pada akhir Juli 2026 lalu.

SMART Drone dirancang untuk meningkatkan efektivitas pengendalian hama pada tanaman padi. Sistem ini memanfaatkan algoritma Modified YOLOv5 untuk mengidentifikasi jenis dan lokasi hama melalui kamera yang terpasang pada drone.

Selain itu, tim juga menerapkan metode molecular docking untuk menganalisis interaksi antara senyawa biopestisida dan protein target hama, sehingga diperoleh kandidat biopestisida yang lebih efektif. Setelah area serangan terdeteksi, drone hanya menyemprotkan biopestisida pada titik yang membutuhkan, sehingga penggunaan pestisida menjadi lebih hemat, efisien, dan ramah lingkungan.

Ketua Tim SKY TEAM, Ellen Gracia Alfa Yulianto mengatakan, inovasi tersebut dikembangkan sebagai solusi atas tingginya kerugian hasil panen akibat serangan hama serta penggunaan pestisida yang masih dilakukan secara menyeluruh.
“Dengan sistem penyemprotan yang lebih presisi, penggunaan biopestisida dapat ditekan sekaligus mengurangi dampak terhadap lingkungan," kata mahasiswa Departemen Ilmu Pangan dan Bioteknologi Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) UB angkatan 2024, Senin (3/8/2026).
Atas inovasi tersebut, Tim SKY TEAM berhasil meraih Gold Medal pada kategori Agriculture, Favorite Poster Award, 3rd Runner-Up Winner untuk seluruh subtema kompetisi, serta turut mengantarkan Universitas Brawijaya meraih predikat Grand Champion sebagai perguruan tinggi dengan perolehan poin tertinggi.

Dosen pembimbing tim, Dr. Agr. Sc. Dimas Firmanda Al Riza, S.T., M.Sc. menilai. SMART Drone menunjukkan bagaimana teknologi digital dapat menjawab tantangan di sektor pertanian.

"SMART Drone merupakan contoh nyata bagaimana teknologi AI dan drone dapat diaplikasikan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mendukung pertanian yang lebih berkelanjutan," katanya.

Tim SKY TEAM beranggotakan Ellen Gracia Alfa Yulianto, Amara Balqis Simarmata dan Melinda Cicilia Rany dari FTAB UB, serta Louis Hayden Wong dan Devyano Tanto dari Fakultas Teknik UB. IFLC 2026 diikuti mahasiswa dari berbagai negara, antara lain Indonesia, India, Thailand, Filipina, Nigeria, Zambia, dan Kuwait.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....