Dosen UPM Revitalisasi Usaha Jamur Tiram dengan Inovasi Baglog

  • 03 Agt 2026 07:51 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Panca Marga (UPM) Probolinggo menghadirkan inovasi baru untuk mendukung pengembangan usaha jamur tiram di Desa Krobungan, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo. Melalui program bertajuk "Revitalisasi Usaha Jamur Tiram di Desa Krobungan Krucil melalui Inovasi Baglog dari Bonggol Jagung", tim dosen UPM memperkenalkan pemanfaatan limbah bonggol jagung sebagai bahan alternatif pembuatan baglog jamur tiram. Program ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026 melalui skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula.

Program dipimpin oleh Dewi Anggun Oktaviani, S.E., M.Agr. bersama Novita Lidyana, S.P., M.M.A. dan Hermin Arista, S.Pd., M.Pd. Kegiatan menyasar UKM Jamur Tiram "Tiramku" yang selama ini masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari terbatasnya ketersediaan serbuk kayu sebagai bahan utama baglog, proses produksi yang masih dilakukan secara manual, hingga pemasaran yang belum berkembang secara optimal. Melihat kondisi tersebut, tim pengabdian menawarkan solusi melalui pemanfaatan limbah bonggol jagung yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal sehingga memiliki nilai tambah bagi masyarakat.

Tak hanya memperkenalkan bahan baku alternatif, tim juga memberikan dukungan teknologi tepat guna berupa mesin pencacah bonggol jagung, mesin mixer media baglog, serta mesin press baglog. Kehadiran peralatan tersebut diharapkan mampu mempercepat proses produksi sekaligus menghasilkan baglog dengan kualitas yang lebih baik. Dengan begitu, pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas produksi tanpa bergantung sepenuhnya pada ketersediaan serbuk kayu yang semakin terbatas.

Ketua tim pengabdian, Dewi Anggun Oktaviani, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga memperkuat kemampuan pelaku usaha dalam mengelola bisnisnya. Melalui pendampingan yang diberikan, mitra memperoleh pengetahuan mengenai teknik produksi baglog yang lebih efisien, pembukuan usaha sederhana, perhitungan biaya produksi, hingga strategi pemasaran digital agar usaha dapat dikelola secara lebih profesional. Menurutnya, penguatan kapasitas tersebut menjadi bekal penting agar usaha jamur tiram dapat berkembang secara berkelanjutan.

Program ini mendapat sambutan positif dari mitra karena inovasi dan teknologi yang diterapkan dinilai sesuai dengan kebutuhan usaha di lapangan. Selain membantu meningkatkan efisiensi produksi, pemanfaatan bonggol jagung juga menjadi langkah nyata dalam mengurangi limbah pertanian sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat desa. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat, Universitas Panca Marga berharap inovasi ini mampu memperkuat kemandirian pelaku usaha budidaya jamur tiram serta menjadi contoh penerapan teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....