Dampingi Peternak Sapi Perah, UB Gagas Daun Sirih Jadi Solusi Cegah Mastitis

  • 30 Jul 2026 13:59 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Mastitis subklinis masih menjadi ancaman bagi produktivitas sapi perah karena sering tidak terdeteksi sejak dini. Kondisi tersebut dapat menurunkan kualitas dan kuantitas susu sekaligus menyebabkan kerugian ekonomi bagi peternak.

Berangkat dari persoalan tersebut, mahasiswa Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) BIMA Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan Universitas Brawijaya (UB) memperkenalkan metode deteksi dini mastitis subklinis menggunakan reagen alternatif serta pemanfaatan daun sirih sebagai antiseptik alami untuk mencegah infeksi pada sapi perah.

Dalam kegiatan yang digelar di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu ini,

mahasiswa tidak hanya memberikan penyuluhan, tetapi juga mendampingi peternak mulai dari proses pemerahan hingga pemeriksaan kesehatan ambing sapi.
“Peternak mendapat edukasi mengenai penyebab mastitis subklinis, dampaknya terhadap produksi susu, serta pentingnya pemeriksaan rutin sebagai langkah pencegahan,” ungkap Ketua tim PMM BIMA, Dr.nat.techn. Elok Waziiroh, Kamis (30/7/2026).
Sebagai bagian dari praktik lapangan, mahasiswa mendemonstrasikan penggunaan reagen alternatif untuk mendeteksi mastitis subklinis pada sekitar 25 ekor sapi perah milik peternak. Selain menunjukkan prosedur pemeriksaan, mereka juga mengajarkan cara membaca hasil uji sehingga peternak dapat melakukan deteksi secara mandiri.

“Penggunaan reagen alternatif diharapkan menjadi solusi yang lebih terjangkau dibandingkan produk komersial sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh peternak. Peternak semakin terdorong melakukan pemeriksaan kesehatan sapi secara berkala sehingga kualitas dan kuantitas susu meningkat," ujarnya.

Selain deteksi dini, mahasiswa juga memperkenalkan larutan antiseptik berbahan dasar daun sirih sebagai alternatif teat dipping, yakni proses pencelupan puting sapi setelah pemerahan untuk mencegah infeksi.

“Daun sirih dipilih karena mengandung senyawa aktif seperti fenol, flavonoid, dan minyak atsiri yang memiliki sifat antibakteri sehingga berpotensi menghambat pertumbuhan bakteri penyebab mastitis,” tuturnya.

Kegiatan mendapat respons positif dari para peternak. Mereka aktif berdiskusi mengenai teknik deteksi mastitis, penggunaan reagen alternatif, hingga efektivitas daun sirih sebagai antiseptik alami.

Salah seorang peternak, Sugiarto mengaku memperoleh pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam usaha peternakan sehari-hari.

"Terima kasih kepada mahasiswa UB. Kami jadi tahu ternyata daun sirih juga bermanfaat untuk kesehatan sapi. Semoga sapi-sapi kami semakin sehat dan produksi susu meningkat," katanya.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....