Mahasiswa Ma Chung Bisa Lulus tanpa Skripsi, Pilih Proyek atau Bangun Bisnis

  • 30 Jul 2026 13:36 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Universitas Ma Chung memberikan alternatif penyelesaian tugas akhir bagi mahasiswa yang tidak lagi terpaku pada skripsi. Melalui kebijakan tersebut, mahasiswa dapat memilih jalur business plan, business creation, maupun proyek riil di industri sebagai pengganti skripsi, selama mampu menunjukkan capaian akademik dan menghasilkan laporan ilmiah.

Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra Menahen Taneo, M.S., M.Sc., menjelaskan, perubahan tersebut dilakukan agar tugas akhir lebih relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri sekaligus mendorong mahasiswa menghasilkan solusi nyata.

Menurutnya, pada skema business plan ini mahasiswa menyusun rencana bisnis yang kemudian diuji kelayakannya, bukan sekadar menawarkan ide yang bersifat idealistis.

"Business plan itu bukan hanya membuat ide bisnis. Yang dinilai apakah rencana bisnis tersebut benar-benar layak dijalankan atau hanya sebatas idealisme yang tidak realistis," kata Prof. Yufra, Kamis (30/7/2026).

Sementara pada skema proyek, mahasiswa terlibat langsung dalam penyelesaian persoalan di perusahaan mitra. Salah satu contohnya melalui kerja sama dengan perusahaan swalayan retail modern, dimana mahasiswa diminta menganalisis dan menyusun strategi penataan produk berdasarkan pola penjualan.

Mahasiswa melakukan observasi terhadap produk yang cepat maupun lambat terjual, membuat simulasi penataan, hingga mengevaluasi dampaknya selama beberapa minggu atau bulan sebagai bahan tugas akhir.

"Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi ikut menyelesaikan persoalan nyata di perusahaan. Hasil evaluasi itu menjadi tugas akhirnya," ujarnya.

Adapun skema business creation diperuntukkan bagi mahasiswa yang telah memiliki usaha berjalan, terutama bisnis keluarga. Mahasiswa diminta mengembangkan usaha tersebut melalui inovasi berbasis analisis ilmiah.

Rektor mencontohkan keberhasilan salah satu mahasiswa yang mengembangkan sistem manajemen waktu kerja di perusahaan keluarga.

Mahasiswa mengamati perilaku karyawan, pola penggunaan waktu kerja, hingga menyusun sistem pencatatan aktivitas yang mampu meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.

"Awalnya orang tuanya tidak percaya dengan masukannya. Tetapi setelah dibuktikan melalui pengamatan yang sistematis, hasilnya bisa diterapkan di perusahaan," jelasnya.

Meski tidak lagi menyusun skripsi konvensional, setiap mahasiswa tetap diwajibkan membuat laporan ilmiah sesuai pedoman akademik. Laporan tersebut berisi target kinerja, strategi pencapaian, hasil implementasi, hingga evaluasi berdasarkan teori maupun penelitian terdahulu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....