Riset dan Hilirisasi Inovasi Dongkrak Posisi UM di Webometrics Juli 2026
- 28 Jul 2026 11:43 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Penguatan kualitas riset, keterbukaan akademik, dan hilirisasi inovasi menjadi faktor yang mengantarkan Universitas Negeri Malang (UM) masuk peringkat ke-11 perguruan tinggi terbaik di Indonesia dalam pemeringkatan Webometrics edisi Juli 2026.
Dalam pemeringkatan tersebut, UM menempati peringkat ke-739 dunia. Secara rinci, UM berada di peringkat ke-936 pada indikator visibility, peringkat ke-2.571 pada transparency, dan peringkat ke-631 pada excellence yang mengukur kualitas publikasi ilmiah bereputasi.
Webometrics mengevaluasi lebih dari 32 ribu perguruan tinggi di dunia melalui tiga indikator utama, yakni visibilitas digital (50 persen), keterbukaan akses akademik (10 persen), dan keunggulan riset (40 persen). Karena itu, capaian tersebut mencerminkan tidak hanya produktivitas publikasi ilmiah, tetapi juga dampak riset dan keterbukaan informasi akademik.
Wakil Rektor IV UM, Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag. mengatakan, hasil pemeringkatan merupakan konsekuensi dari upaya berkelanjutan universitas dalam memperkuat tata kelola akademik serta meningkatkan kualitas penelitian.
"Pemeringkatan itu bukan tujuan akhir, melainkan konsekuensi dari perbaikan tata kelola kelembagaan yang berkelanjutan," katanya, Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, penguatan akademik di UM tidak berhenti pada peningkatan jumlah publikasi ilmiah.
Dalam pemeringkatan tersebut, UM menempati peringkat ke-739 dunia. Secara rinci, UM berada di peringkat ke-936 pada indikator visibility, peringkat ke-2.571 pada transparency, dan peringkat ke-631 pada excellence yang mengukur kualitas publikasi ilmiah bereputasi.
Webometrics mengevaluasi lebih dari 32 ribu perguruan tinggi di dunia melalui tiga indikator utama, yakni visibilitas digital (50 persen), keterbukaan akses akademik (10 persen), dan keunggulan riset (40 persen). Karena itu, capaian tersebut mencerminkan tidak hanya produktivitas publikasi ilmiah, tetapi juga dampak riset dan keterbukaan informasi akademik.
Wakil Rektor IV UM, Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag. mengatakan, hasil pemeringkatan merupakan konsekuensi dari upaya berkelanjutan universitas dalam memperkuat tata kelola akademik serta meningkatkan kualitas penelitian.
"Pemeringkatan itu bukan tujuan akhir, melainkan konsekuensi dari perbaikan tata kelola kelembagaan yang berkelanjutan," katanya, Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, penguatan akademik di UM tidak berhenti pada peningkatan jumlah publikasi ilmiah.
“Universitas juga mendorong agar hasil penelitian dapat dihilirisasikan menjadi inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat dan dunia industri,” ujarnya.
Berbagai hasil riset sivitas akademika diarahkan menjadi solusi bagi persoalan di masyarakat, mulai dari pengembangan inovasi untuk pelaku UMKM hingga transformasi pembelajaran melalui diseminasi metode pendidikan yang diterapkan di berbagai institusi pendidikan.
Prof. Munjin menegaskan, budaya akademik yang kuat harus terus dipertahankan melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu, peningkatan kualitas penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
"UM harus terus berkarya, berinovasi, dan mengabdi kepada bangsa melalui karya nyata yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan sektor industri. Keberhasilan ini memerlukan dukungan seluruh elemen universitas, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan," katanya.
Ia juga menyebut, capaian Webometrics Juli 2026 menunjukkan bahwa penguatan ekosistem akademik, kualitas riset, dan hilirisasi inovasi menjadi aspek penting dalam meningkatkan daya saing perguruan tinggi, sekaligus memperluas kontribusi universitas terhadap pembangunan nasional melalui ilmu pengetahuan dan teknologi.
Berbagai hasil riset sivitas akademika diarahkan menjadi solusi bagi persoalan di masyarakat, mulai dari pengembangan inovasi untuk pelaku UMKM hingga transformasi pembelajaran melalui diseminasi metode pendidikan yang diterapkan di berbagai institusi pendidikan.
Prof. Munjin menegaskan, budaya akademik yang kuat harus terus dipertahankan melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu, peningkatan kualitas penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
"UM harus terus berkarya, berinovasi, dan mengabdi kepada bangsa melalui karya nyata yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan sektor industri. Keberhasilan ini memerlukan dukungan seluruh elemen universitas, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan," katanya.
Ia juga menyebut, capaian Webometrics Juli 2026 menunjukkan bahwa penguatan ekosistem akademik, kualitas riset, dan hilirisasi inovasi menjadi aspek penting dalam meningkatkan daya saing perguruan tinggi, sekaligus memperluas kontribusi universitas terhadap pembangunan nasional melalui ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....