Universitas Yudharta Pasuruan Terapkan IoT untuk Peternak Lele

  • 27 Jul 2026 18:51 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Pasuruan - Universitas Yudharta Pasuruan mendorong penguatan ekonomi peternak lele melalui penerapan teknologi Internet of Things (IoT) Smart Fishing dan produksi pakan alternatif berbasis limbah Rumah Potong Ayam (RPA) di Desa Tunggulwulung, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Program tersebut merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Skema Kemitraan Masyarakat Tahun Pendanaan 2026 yang mengusung tema "Penguatan Ekonomi Lokal Berbasis Technosociopreneurship: Integrasi Teknologi IoT Smart Fishing pada Budidaya Lele dan Produksi Pakan RPA".

Kegiatan yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi itu menggandeng peternak lele, Antoko, sebagai mitra utama.

Program tersebut bertujuan meningkatkan produktivitas budidaya lele sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital dan inovasi pakan alternatif berbahan limbah RPA.

Tim pelaksana terdiri atas Miftahul Huda, S.Sos., M.AB dari Program Studi Administrasi Bisnis sebagai ketua, M. Zulham Fahamsyah Havy, S.Kom., M.Kom dari Program Studi Teknik Informatika, serta Dr. Ernawati, M.P dari Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Kolaborasi lintas disiplin tersebut menghadirkan solusi yang mencakup aspek teknologi, manajemen usaha, hingga pengolahan hasil perikanan.

Dalam pelaksanaannya, tim memberikan sosialisasi mengenai konsep technosociopreneurship, yakni pendekatan kewirausahaan berbasis teknologi yang mendorong masyarakat memanfaatkan inovasi digital untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan ekonomi.

Pelatihan Pembuatan Pakan Alternatif untuk Lele. (Foto: dok. Universitas Yudharta)

Peserta juga mendapatkan pelatihan penerapan IoT Smart Fishing untuk mendukung budidaya lele yang lebih efisien, mulai dari pemantauan kondisi kolam hingga pengelolaan budidaya secara terukur.

Selain itu, masyarakat memperoleh pelatihan pengolahan hasil perikanan dan pembuatan pakan alternatif berbahan baku limbah RPA. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu peternak menekan biaya produksi tanpa mengurangi kualitas pakan.

Ketua tim pengabdian, Miftahul Huda, mengatakan program tersebut dirancang untuk mengintegrasikan inovasi teknologi dengan pemberdayaan masyarakat agar peternak mampu meningkatkan daya saing usahanya.

"Kami ingin menghadirkan solusi yang aplikatif bagi peternak melalui integrasi teknologi IoT Smart Fishing dan pemanfaatan limbah RPA sebagai bahan baku pakan alternatif. Pendekatan technosociopreneurship diharapkan mampu meningkatkan efisiensi usaha, memperkuat kapasitas masyarakat, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan," terangnya, Senin (27/7/2026).

Sementara itu, mitra kegiatan, Antoko, menyambut positif program tersebut karena memberikan wawasan baru terkait pengelolaan budidaya lele yang lebih modern dan efisien.

Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti diskusi dan praktik lapangan. Mereka membahas berbagai tantangan budidaya lele, mulai dari tingginya harga pakan komersial hingga peluang pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan usaha perikanan.

Melalui program ini, Universitas Yudharta Pasuruan berupaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghasilkan inovasi yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan warga.

Program tersebut diharapkan menjadi model pemberdayaan berbasis kolaborasi yang mampu mendorong penguatan ekonomi lokal melalui pemanfaatan teknologi tepat guna dan pengembangan usaha perikanan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....