UM Berdayakan Lansia Kembangkan Usaha Tanaman Herbal di Merjosari
- 25 Jul 2026 23:44 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Universitas Negeri Malang (UM) memberdayakan kelompok lanjut usia (lansia) di RW 06 Perumahan Joyogrand, Kelurahan Merjosari, Kota Malang, melalui pelatihan pengelolaan dan kewirausahaan tanaman herbal berbasis kearifan lokal. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendorong lansia tetap produktif sekaligus memanfaatkan potensi tanaman herbal di lingkungan sekitar.
Melalui program tersebut, para peserta dibekali pengetahuan mulai dari budidaya tanaman herbal, pengolahan hasil panen, hingga pengembangan produk yang memiliki nilai ekonomi. Selain itu, peserta juga mendapat pendampingan mengenai dasar-dasar kewirausahaan agar hasil olahan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.
Ketua tim pelaksana, Prof. Dr. Murni Sapta Sari, M.Si. mengatakan, Indonesia memiliki kekayaan tanaman herbal yang dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk menjaga kesehatan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Melalui program ini kami ingin menghidupkan kembali pemanfaatan tanaman herbal sebagai bagian dari kearifan lokal sekaligus membekali lansia dengan keterampilan yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan membuka peluang usaha," katanya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dikenalkan pada berbagai jenis tanaman herbal, seperti jahe, kunyit, temulawak, serai, dan daun kelor. Tanaman-tanaman tersebut kemudian diolah menjadi berbagai produk, mulai dari minuman herbal, serbuk instan, hingga produk olahan lain yang berpotensi dipasarkan.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan demonstrasi pengolahan produk, praktik langsung, dan diskusi mengenai pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA). Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan pengalaman yang dibagikan terkait pemanfaatan tanaman herbal di lingkungan rumah.
Prof. Murni berharap pekarangan rumah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat dikembangkan menjadi kebun herbal produktif.
"Harapannya, manfaat yang diperoleh tidak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga mampu memberikan nilai ekonomi bagi keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat," ujarnya.
Program ini menjadi bagian dari upaya UM menghadirkan pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat. Selain meningkatkan keterampilan lansia, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya usaha berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh tim dosen yang terdiri atas Prof. Dr. Murni Sapta Sari, M.Si., Agung Witjoro, S.Pd., M.Kes., Dr. Sitoresmi Prabaningtyas, M.Si., Dr. Sulisetijono, M.Si., Madinatul Munawarah, S.Pd., serta dua mahasiswa, Auliya Maulida Kasana dan Najwa Khilda Safira.
Melalui program tersebut, para peserta dibekali pengetahuan mulai dari budidaya tanaman herbal, pengolahan hasil panen, hingga pengembangan produk yang memiliki nilai ekonomi. Selain itu, peserta juga mendapat pendampingan mengenai dasar-dasar kewirausahaan agar hasil olahan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.
Ketua tim pelaksana, Prof. Dr. Murni Sapta Sari, M.Si. mengatakan, Indonesia memiliki kekayaan tanaman herbal yang dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk menjaga kesehatan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Melalui program ini kami ingin menghidupkan kembali pemanfaatan tanaman herbal sebagai bagian dari kearifan lokal sekaligus membekali lansia dengan keterampilan yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan membuka peluang usaha," katanya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dikenalkan pada berbagai jenis tanaman herbal, seperti jahe, kunyit, temulawak, serai, dan daun kelor. Tanaman-tanaman tersebut kemudian diolah menjadi berbagai produk, mulai dari minuman herbal, serbuk instan, hingga produk olahan lain yang berpotensi dipasarkan.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan demonstrasi pengolahan produk, praktik langsung, dan diskusi mengenai pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA). Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan pengalaman yang dibagikan terkait pemanfaatan tanaman herbal di lingkungan rumah.
Prof. Murni berharap pekarangan rumah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat dikembangkan menjadi kebun herbal produktif.
"Harapannya, manfaat yang diperoleh tidak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga mampu memberikan nilai ekonomi bagi keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat," ujarnya.
Program ini menjadi bagian dari upaya UM menghadirkan pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat. Selain meningkatkan keterampilan lansia, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya usaha berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh tim dosen yang terdiri atas Prof. Dr. Murni Sapta Sari, M.Si., Agung Witjoro, S.Pd., M.Kes., Dr. Sitoresmi Prabaningtyas, M.Si., Dr. Sulisetijono, M.Si., Madinatul Munawarah, S.Pd., serta dua mahasiswa, Auliya Maulida Kasana dan Najwa Khilda Safira.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....