Ziyan Iswahyudi Targetkan Jadi Profesor sebelum Usia 30 tahun
- 23 Jul 2026 20:26 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang- Ziyan Iswahyudi, pimpinan Yayasan SAHDHU-IIA (Sahabat Dhuafa–Istana Ikan Amanah) Malang, kembali menorehkan prestasi akademik yang membanggakan. Pria kelahiran Malang, 19 Januari 2005, ini dikenal memiliki rekam jejak pendidikan yang cemerlang sejak bangku sekolah hingga perguruan tinggi.
Putra pasangan Agus Wahyudi dan Rohmatul Laili tersebut mengawali pendidikan di MI Al Fatah. Selanjutnya, ia menempuh pendidikan di Ma’had SMP Al Irsyad, SMP Al Kautsar, dan menyelesaikan pendidikan menengah di SMAN 9 Malang melalui program akselerasi.
Setelah lulus dari SMAN 9, Ziyan diterima melalui jalur undangan di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) pada tahun akademik 2021/2022, Program Studi Budidaya Perairan. Berkat prestasi akademiknya, pada semester enam ia memperoleh kesempatan mengikuti program fast track, yang memungkinkan mahasiswa melanjutkan pendidikan magister (S2) lebih cepat.
Kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan baik. Pada Senin, 20 Juli 2026, Ziyan menjalani sidang tesis di Ruang Kuliah Pascasarjana 3, Gedung A Lantai 2, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya.
Dalam sidang tersebut, ia mempertahankan tesis berjudul “Pengaruh Penurunan Salinitas terhadap Respons Imun Innate Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) yang Disuplementasi Ekstrak Shipworm (Spathoteredo obtusa) dan Diinfeksi Bakteri Vibrio parahaemolyticus”.
Ziyan dinyatakan lulus dengan predikat yang baik dan selanjutnya akan mengikuti proses yudisium sebagai tahapan akhir sebelum wisuda.
“Dengan dukungan keluarga dan prestasi yang telah saya raih, saya berharap saat wisuda nanti dapat menjadi wisudawan termuda yang meraih gelar magister (S2). Setelah itu saya akan fokus melanjutkan pendidikan ke jenjang S3 untuk meraih gelar doktor. Mohon doa dan restu dari semua pihak agar saya dapat terus berikhtiar mencapai target menjadi Guru Besar (Profesor) sebelum usia 30 tahun,” ujar Ziyan.
Di tengah kesibukannya menempuh pendidikan, Ziyan tetap aktif memimpin Yayasan SAHDHU-IIA. Ia menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program ZISWAF Produktifyang berfokus pada ketahanan pangan.
Menurutnya, bekal ilmu yang diperoleh di bidang perikanan akan semakin memperkuat pengembangan sektor budidaya perikanan dalam program tersebut. Sementara itu, pengembangan sektor peternakan dan pertanian didukung oleh AW Farm Group dan Koperasi Produsen Istana Ikan Amanah.
Ziyan juga mengajak berbagai pihak untuk bersinergi bersama Yayasan SAHDHU-IIA, khususnya dalam menjalankan program prioritas ZISWAF Produktif dan Sedekah Jariyah Sumur Bor, sebagai upaya menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Menutup pernyataannya, Ziyan menyampaikan pesan reflektif yang menjadi penyemangat dalam perjalanan hidupnya.
“Saat pesta telah usai, kerja besar kembali dimulai. Pesta hanya merayakan pencapaian, tetapi kerja besar dimulai ketika sorak-sorai reda, lampu padam, dan kita kembali menata langkah. Di situlah makna sejati perjuangan diuji.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap pencapaian bukanlah garis akhir, melainkan awal dari tanggung jawab dan perjuangan yang lebih besar untuk terus memberikan manfaat bagi sesama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....