Puluhan Dosen UB Perkuat Pembangunan Kawasan Transmigrasi Melalui Tim Ekspedisi

  • 22 Jul 2026 14:44 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Sebanyak 25 dosen lintas disiplin Universitas Brawijaya (UB) terpilih mengikuti Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026, program strategis Kementerian Transmigrasi RI yang melibatkan akademisi untuk memperkuat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di kawasan transmigrasi melalui riset, pendampingan, dan pengembangan potensi daerah.

Melalui program tersebut, para dosen akan berkontribusi menyusun rekomendasi berbasis ilmiah guna mendorong lahirnya kawasan transmigrasi yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan.

Ketua Tim Universitas Brawijaya untuk Tim Ekspedisi Patriot 2026, Taufiq Ismail, S.S., S.E., M.M., Ph.D. mengatakan, seluruh peserta telah melalui proses seleksi nasional yang melibatkan Kementerian Transmigrasi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta sejumlah perguruan tinggi negeri. Dosen UB akan ditempatkan di Papua Barat dan Sulawesi Barat.

“Sebanyak 20 dosen akan ditempatkan di Papua Barat Daya, sementara lima dosen lainnya bertugas di Sulawesi Barat,” ungkapnya di sela pelepasan tim dosen TEP di gedung rektorat UB, Rabu (22/7/2026).

Dosen yang dilibatkan berasal dari berbagai fakultas, diantaranya Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Fakultas Peternakan, Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Selain dosen, program ini juga melibatkan para alumni yang juga telah menjalani proses seleksi.


Menurut Taufiq, kontribusi UB difokuskan pada penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Pendampingan tidak hanya menyasar peningkatan produksi, tetapi juga pengolahan hasil, literasi, edukasi, hingga aspek kesehatan agar pembangunan kawasan berlangsung secara berkelanjutan.

"Karena yang diminta pemerintah adalah pemberdayaan ekonomi, maka fokus kami mulai dari pangan, pengolahan, hingga literasi, edukasi, dan kesehatan. Pemberdayaan ekonomi tidak dapat berdiri sendiri, tetapi harus didukung produksi, pengolahan, dan peningkatan kapasitas masyarakat," katanya.

Sebelum diterjunkan ke lokasi, seluruh peserta mengikuti pembekalan nasional bersama sembilan perguruan tinggi mitra. UB juga menyiapkan pembekalan internal yang mencakup mitigasi risiko, komunikasi dengan masyarakat, pelaporan kegiatan, hingga strategi implementasi program. Program ini akan berlangsung mulai Juli hingga November 2026 mendatang.

Setibanya di lokasi, para dosen akan memulai dengan memetakan kebutuhan masyarakat agar program yang dijalankan sesuai dengan kondisi dan potensi daerah. Evaluasi juga akan dilakukan untuk memastikan setiap kegiatan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Kami akan memastikan apa yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan, kemudian melihat sejauh mana kontribusi tersebut mampu memberikan manfaat," ujar Taufiq.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan UB Dr. Setiawan Noerdajasakti, S.H., M.H.. menambahkan, keterlibatan dosen dalam Tim Ekspedisi Patriot menjadi bukti nyata komitmen UB sebagai perguruan tinggi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.


“Kegiatan ini menunjukkan peran Universitas Brawijaya sebagai perguruan tinggi berdampak,” tuturnya.

Menurutnya, selain menjalankan program kerja, para dosen pembimbing juga diharapkan mendampingi peserta agar mampu beradaptasi dengan lingkungan penugasan dan menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

“Selain fokus pada program kerja, para pembimbing juga harus memperhatikan kesiapan mental peserta agar mampu beradaptasi dan menjalankan tugas dengan baik," tandasnya.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....