Dosen UB Dampingi Warga Gasek Kelola Sampah Plastik
- 22 Jul 2026 12:43 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Tim dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) menggelar program pengabdian kepada masyarakat di Kampung Santren, RT 09 RW 06, Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Kegiatan ini bertujuan mendorong optimalisasi pengelolaan sampah plastik berbasis ecoteologi di lingkungan masyarakat.
Program tersebut dilatarbelakangi meningkatnya volume sampah di Kota Malang yang mencapai lebih dari 600 hingga 700 ton per hari. Sampah plastik menjadi salah satu jenis sampah nonorganik yang paling sulit terurai dan turut menambah beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang.
Ketua Tim Pengabdian FISIP UB, Dr. Mohamad Anas, M.Phil., mengatakan kegiatan tahun 2026 mengusung tema “Optimalisasi Pengelolaan Sampah Plastik Berbasis Ecoteologi”. Tema tersebut dipilih karena dinilai selaras dengan kebutuhan masyarakat yang tengah mengembangkan Kampung Wisata Budaya Edukasi Santren (KWBE Santren) secara berkelanjutan.
"Kawasan tersebut memiliki filosofi Hamemayu Hayuning Bawana, yakni menjaga, memperindah, serta menciptakan keselamatan dan keharmonisan dunia. Nilai tersebut menjadi landasan dalam membangun kesadaran lingkungan di tengah masyarakat, " kata Anas, Rabu (22/7/2026).
Berdasarkan hasil observasi tim, terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi warga. Di antaranya meningkatnya jumlah permukiman baru yang berpotensi menambah timbulan sampah rumah tangga, khususnya sampah plastik.
"Selain itu, nilai-nilai religius yang berkembang di masyarakat dinilai belum sepenuhnya diwujudkan dalam praktik pengelolaan sampah sehari-hari," terangnya.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu 18 Juli 2026 itu diikuti sekitar 60 anggota PKK RT 09 RW 06 Gasek. Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian juga menggandeng Bank Sampah Malang untuk memberikan pendampingan dan edukasi terkait mekanisme pengelolaan sampah plastik.
Ketua RT 09 RW 06 Gasek, Dr. Muhammad In’am Esa, menyampaikan pentingnya menjaga lingkungan melalui berbagai aksi nyata, termasuk pengelolaan sampah plastik.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan pengabdian yang diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Pelatihan diawali dengan diskusi mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis dan kebijakan, tetapi juga didukung pemahaman ecoteologi sebagai bagian dari nilai kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat didorong membangun kebiasaan baru dalam memilah dan mengelola sampah plastik secara berkelanjutan.
Antusiasme peserta terlihat dari rencana tindak lanjut yang disepakati warga, yakni pembentukan unit Bank Sampah Malang (BSM) tingkat lingkungan. Unit tersebut akan dikelola oleh kepengurusan yang terdiri atas ketua, sekretaris, bendahara, dan anggota dengan minimal 20 kepala keluarga.
Dalam sistem yang diperkenalkan, warga akan melakukan pemilahan hingga 73 jenis sampah sesuai kategori yang telah ditetapkan. Sampah yang terkumpul nantinya akan diambil secara berkala oleh petugas bank sampah.
Sebagai bentuk dukungan, tim pengabdian FISIP UB juga menyerahkan satu unit tempat sampah khusus botol plastik untuk dimanfaatkan warga dalam mengumpulkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi.
Program ini diharapkan dapat memperkuat budaya peduli lingkungan sekaligus mendukung pengembangan Kampung Santren sebagai kawasan edukasi dan wisata berbasis keberlanjutan di Kota Malang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....