sebelum Berkomentar, Generasi Z Harus Pikirkan Dampaknya

  • 21 Jul 2026 16:54 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Kedekatan generasi muda dengan teknologi digital harus diimbangi dengan kemampuan menggunakan media sosial secara bertanggung jawab. Guru SMKN 1 Malang sekaligus penulis novel Lentera Surgaku, Musa Abadi, S.Pd, menilai banyak remaja masih menggunakan media digital sekadar mengikuti tren tanpa memahami tujuan dan manfaatnya.

Hal tersebut disampaikannya dalam Program Literasi Digital RRI Malang bertema Etika Berkomentar dan Empati.

Menurut Musa, anak-anak saat ini lahir di era digital sehingga teknologi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun kedekatan tersebut belum tentu diiringi kemampuan memanfaatkan teknologi secara bijak.

"Digital sudah menjadi sahabat mereka. Tetapi ketika menggunakan media digital harus ada tujuan dan manfaatnya. Jangan hanya ikut-ikutan tren atau membuat sesuatu yang sekadar viral," ujarnya, Selasa (21/7/2026).

Di lingkungan sekolah, kata Musa, guru terus mengingatkan siswa bahwa penggunaan gawai memiliki waktu dan tempat yang tepat. Saat proses pembelajaran berlangsung, siswa diajak fokus agar tidak terdistraksi oleh media sosial.

Sebaliknya, ketika pembelajaran membutuhkan teknologi, siswa diarahkan menggunakan internet sebagai sarana memperluas wawasan.

Ia menegaskan, salah satu tantangan terbesar saat ini adalah mengajarkan siswa agar mampu berpikir kritis terhadap informasi yang beredar di internet.

Menurutnya, banyak siswa hanya membaca judul berita tanpa memahami keseluruhan isi.

"Kami mengajarkan mereka membaca secara mendalam. Jangan hanya melihat judul. Pahami isi berita, cari sumbernya, lalu lakukan klarifikasi sebelum percaya atau menyebarkannya," jelas Musa.

Guru juga terus mengingatkan bahwa seluruh aktivitas di internet meninggalkan jejak digital.

Karena itu, siswa diminta mempertimbangkan dampak jangka panjang sebelum memberikan komentar di media sosial.

"Semua komentar akan terekam. Sulit dihapus dan bisa diketahui banyak orang. Maka pikirkan dulu dampaknya untuk masa depan," katanya.

Selain itu, Musa juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak perlu ditakuti. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi dimanfaatkan secara produktif.

"Teknologi tidak bisa dihentikan. Yang harus dipahami adalah fungsi dan manfaatnya. Kalau tidak, teknologi hanya menjadi hiburan tanpa nilai," ujarnya.

Sebagai penulis novel Lentera Surgaku, Musa memilih media buku sebagai sarana menyampaikan nilai-nilai kehidupan.

Novel tersebut mengisahkan perjuangan seorang anak meraih cita-cita melalui doa orang tua, pendidikan, persahabatan, dan keluarga.

"Buku tetap memiliki tempat tersendiri. Pengalaman membaca buku menghadirkan kedekatan emosional yang sulit digantikan media lain," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....