Read Aloud Ajak Generasi Muda Jadi Agen Literasi
- 16 Jul 2026 09:26 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang: Gerakan Read Aloud tidak hanya diperuntukkan bagi orang tua yang ingin mengenalkan buku kepada anak-anak. Komunitas Read Aloud Malang Raya juga aktif mengajak mahasiswa dan generasi muda untuk terlibat dalam budaya membaca nyaring sebagai bekal menjadi pendidik, orang tua, sekaligus warga digital yang bijak. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya belajar membacakan cerita, tetapi juga mengembangkan empati, kemampuan memahami sudut pandang orang lain, serta keterampilan berkomunikasi secara santun di tengah derasnya arus informasi di media sosial.
Wakil Ketua Read Aloud Malang Raya, Kak Ira, mengatakan keterlibatan anak muda sangat penting karena mereka merupakan calon pendidik dan orang tua di masa depan. Menurutnya, membiasakan budaya membaca nyaring sejak dini akan membantu membentuk karakter yang lebih peka terhadap orang lain. "Meskipun belum menjadi orang tua, mereka suatu saat akan menjadi pendidik atau orang tua. Budaya read aloud bukan hanya untuk mendampingi anak membaca buku, tetapi juga melatih kemampuan berempati dan memahami orang lain sejak sekarang," ujarnya.
Di era media sosial, lanjut Kak Ira, kebiasaan membaca juga berperan besar dalam membangun kemampuan berpikir kritis sebelum memberikan komentar. Beragam karakter dan sudut pandang yang ditemukan dalam sebuah buku membuat pembaca terbiasa melihat suatu persoalan dari berbagai sisi, bukan hanya berdasarkan persepsi pribadi. "Lewat membaca kita belajar bahwa setiap tokoh memiliki sudut pandang yang berbeda. Karena itu sebelum berkomentar di media sosial, sebaiknya kita bertanya dulu, apakah komentar ini akan menyelesaikan masalah atau justru memperkeruh keadaan. Pahami dulu konteksnya, baru memberikan pendapat," jelasnya kepada RRI Malang pada Selasa (14/7/2026).
Menurut Kak Ira, kemampuan tersebut juga membantu seseorang membedakan antara menyampaikan kritik dengan menyerang pribadi. Ia menegaskan bahwa read aloud bukan sekadar membaca nyaring, tetapi juga melatih seseorang mengungkapkan pikiran dengan cara yang baik dan tetap menghargai orang lain. Selain itu, ekspresi dan intonasi saat membacakan cerita membuat pembaca belajar mengenali emosi setiap tokoh sebelum mengajak anak berdiskusi mengenai perasaan yang muncul dalam cerita. "Kami tidak hanya membaca, tetapi juga mencoba mengekspresikan kapan tokohnya sedang senang, sedih, atau marah. Setelah itu anak diajak berdiskusi, misalnya mengapa tokoh itu sedih atau apa yang akan dilakukan jika berada di posisi yang sama. Dari situ empati mulai tumbuh," katanya.
Terkait tantangan anak yang lebih tertarik bermain gawai, Kak Ira menyarankan agar orang tua tidak menjadikan membaca sebagai kewajiban yang membebani. Ia menyebut durasi 10 hingga 15 menit setiap hari sudah cukup apabila dilakukan secara konsisten dan menyenangkan. Orang tua juga perlu menjadi teladan dengan menunjukkan kebiasaan membaca di rumah. Bahkan, jika buku fisik belum tersedia, keluarga dapat memanfaatkan aplikasi digital seperti Perpustakaan Nasional sebagai alternatif sumber bacaan. "Yang penting adalah momen kebersamaannya. Jangan memaksa anak, tetapi jadikan membaca sebagai aktivitas yang menyenangkan sehingga anak melihat bahwa membaca adalah bagian dari keseharian keluarga," tuturnya.
Di akhir perbincangan, Kak Ira mengajak mahasiswa dan generasi muda memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyebarkan manfaat, bukan sekadar mengikuti tren. Menurutnya, setiap orang dapat menjadi agen literasi dengan langkah sederhana, mulai dari membagikan rekomendasi buku, menjadi relawan Read Aloud, hingga membacakan cerita untuk adik, keponakan, atau anak-anak di lingkungan sekitar. "Gunakan media sosial bukan hanya untuk mengikuti tren, tetapi juga menyebarkan hal-hal yang bermanfaat. Mulailah dari hal sederhana, seperti merekomendasikan buku atau menjadi volunteer Read Aloud. Setiap cerita yang kita bagikan bisa menjadi awal tumbuhnya minat baca, empati, dan karakter baik bagi orang lain," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....