Kolaborasi 3M FTAB UB, CoE CBSA dan BI Jatim Majukan Bojonegoro

  • 10 Jul 2026 13:45 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Limbah kotoran sapi yang selama ini kerap menjadi sumber pencemaran lingkungan kini diolah menjadi media tanam bernilai guna melalui kolaborasi Center of Excellence Community-Based and Sustainable Agroindustry (CoE CBSA), Program Mahasiswa Membangun Desa (3M) Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB), serta Program Kampung Lingkar Kampus (KLK).

Inovasi tersebut dikembangkan sebagai upaya menerapkan konsep ekonomi sirkular dengan mengubah limbah peternakan menjadi produk yang bermanfaat bagi pertanian, penghijauan lingkungan, sekaligus pemberdayaan masyarakat.

Pengembangan media tanam dilakukan di Kabupaten Bojonegoro bersama Kelompok Tani Ternak (KTT) USTAN Mandiri dengan dukungan pendanaan Bank Indonesia.

Ketua CoE CBSA, Dr. Dodyk Pranowo mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal sekaligus memperkuat pengembangan agroindustri berbasis komunitas.

“Media tanam diproduksi dari kotoran sapi yang difermentasi menggunakan Effective Microorganisms 4 (EM4) dan SERMA. Proses fermentasi tersebut mempercepat penguraian bahan organik, mengurangi aroma tidak sedap, serta menghasilkan media tanam yang lebih matang dan aman digunakan untuk berbagai jenis tanaman,” ungkapnya, Jumat (10/7/2026).

Selanjutnya, media tanam tersebut dimanfaatkan mahasiswa peserta Program 3M FTAB dan Kampung Lingkar Kampus dalam berbagai kegiatan penghijauan di sejumlah kelurahan di Kota Malang.

“Pemanfaatannya mencakup penanaman di pekarangan rumah, lahan terbatas, fasilitas umum, hingga ruang terbuka hijau di lingkungan sekitar kampus,” tutur Dodyk.

Selain mendistribusikan media tanam, mahasiswa juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengolahan limbah organik, teknik budidaya tanaman, serta pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal sebagai bagian dari praktik pertanian berkelanjutan.

Ketua Dodyk Pranowo menyebut bahwa kolaborasi ini menunjukkan bahwa inovasi hasil sinergi perguruan tinggi, komunitas, masyarakat, dan lembaga pendukung mampu memberikan solusi nyata terhadap persoalan lingkungan.

"Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara CoE CBSA, KTT USTAN Mandiri, Bank Indonesia, Program 3M FTAB, dan Program Kampung Lingkar Kampus. Inovasi yang dikembangkan dapat diterapkan langsung untuk menjawab kebutuhan lingkungan sekaligus memberikan manfaat sosial bagi masyarakat," ujarnya.

Ketua KTT USTAN Mandiri, Kisnadi mengaku program tersebut meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok dalam mengolah limbah peternakan menjadi media tanam yang memiliki nilai ekonomi.

“Pemanfaatan kotoran sapi tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan limbah sebagai produk yang lebih produktif bagi masyarakat,” ucapnya.

Bagi mahasiswa, program ini menjadi wahana pembelajaran untuk menerapkan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat, mulai dari pendampingan kelompok tani, diseminasi inovasi teknologi, hingga memahami tantangan penerapan ekonomi sirkular di tingkat komunitas.

Program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....