Riset Kolaboratif dan Beasiswa Perkuat Sinergi FPP UMM dengan Industri
- 09 Jul 2026 13:13 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Fakultas Pertanian-Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) melalui Workshop DUDI bertajuk "Membangun Ekosistem Talenta Unggul melalui Kemitraan Strategis Perguruan Tinggi dan Industri." Kegiatan yang menghadirkan 28 mitra dari perusahaan nasional, perusahaan multinasional, lembaga pemerintah, hingga mitra internasional ini tidak hanya membahas penyelarasan pembelajaran, tetapi juga merumuskan berbagai peluang kerja sama dalam bidang penelitian, inovasi, publikasi ilmiah, pengembangan teknologi, serta program beasiswa bagi mahasiswa. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya FPP UMM membangun ekosistem pendidikan tinggi yang terintegrasi dengan kebutuhan dunia industri.
Workshop dibuka oleh Wakil Rektor IV Universitas Muhammadiyah Malang, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., yang menegaskan bahwa kemitraan antara perguruan tinggi dan dunia industri harus menghasilkan dampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi. Menurutnya, kolaborasi strategis yang memadukan kekuatan akademik perguruan tinggi dengan pengalaman implementasi di industri akan melahirkan riset terapan, inovasi, dan solusi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Ia juga menekankan bahwa penguatan jejaring riset bersama industri menjadi bagian penting dari transformasi perguruan tinggi agar semakin adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pembangunan nasional.
Senada dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Pertanian-Peternakan UMM, Prof. Dr. Ir. Warkoyo, M.P., IPM., menjelaskan bahwa FPP UMM terus mendorong dosen dan mahasiswa untuk menghasilkan penelitian yang tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga mampu menciptakan inovasi yang dapat dimanfaatkan oleh dunia usaha dan masyarakat. Dalam forum diskusi, para mitra industri turut menyampaikan komitmennya untuk memperluas kolaborasi melalui penelitian terapan, penelitian skripsi berbasis industri, pengembangan teknologi, publikasi ilmiah bersama, pengembangan produk inovatif, program Center of Excellence (CoE), hingga penguatan jejaring pengabdian kepada masyarakat berbasis hasil riset.
Salah satu mitra strategis, PT Central Proteina Prima, menyampaikan bahwa kerja sama dengan perguruan tinggi tidak hanya diwujudkan melalui program campus recruitment, tetapi juga pemberian beasiswa sebagai investasi jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia. Selain itu, dibahas pula peluang pengembangan beasiswa berbasis kemitraan industri yang diintegrasikan dengan kegiatan penelitian, magang, dan pengembangan karier mahasiswa. Peluang kolaborasi serupa juga terbuka bersama berbagai mitra lainnya, seperti PT Petrokimia Kayaku, PT Syngenta Indonesia, PT BISI International Tbk., Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Jawa Timur, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Surabaya, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk., PT Summa Benur, PT Hisenor Technology Indonesia, Nosuta Co. Jepang, serta Cap Bunga Rose Malaysia. Jejaring tersebut membuka kesempatan bagi dosen dan mahasiswa untuk mengembangkan penelitian bersama yang berorientasi pada penyelesaian berbagai permasalahan di sektor pertanian, peternakan, pangan, kehutanan, agribisnis, dan akuakultur.
Menutup kegiatan, Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Akhsanul In'am, Ph.D., menegaskan bahwa kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri harus memberikan dampak yang terukur bagi peningkatan mutu pendidikan tinggi. Ia berharap berbagai peluang kerja sama yang telah dibahas dapat segera diwujudkan melalui program riset bersama, pengembangan inovasi, pemberian beasiswa, hingga peningkatan rekognisi internasional Universitas Muhammadiyah Malang. Melalui Workshop DUDI 2026, FPP UMM kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat budaya riset kolaboratif, memperluas jejaring kemitraan nasional dan internasional, serta mendorong lahirnya inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan sektor pertanian, peternakan, pangan, kehutanan, dan akuakultur menuju Indonesia Emas 2045.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....