Ratusan Mahasiswa FILKOM UB Bawa Solusi Teknologi ke 50 Desa di Blitar
- 06 Jul 2026 14:48 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Sebanyak 760 mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) akan diterjunkan ke 50 desa di Kabupaten Blitar melalui program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) 2026. Dalam program ini, mereka tidak hanya menjalankan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga membawa berbagai solusi berbasis teknologi untuk membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi warga.
Dekan FILKOM UB, Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM. menegaskan bahwa di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tetap tidak tergantikan.
"AI memang mampu membantu mengolah data, tetapi tidak dapat memahami persoalan sosial secara utuh tanpa keterlibatan manusia. Untuk itu, mahasiswa harus menjadi problem solver yang mampu mengidentifikasi persoalan riil masyarakat secara langsung. AI tidak bisa memetakan persoalan sosial tanpa analisis manusia. Karena itu, kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat dan memahami kebutuhan mereka menjadi kompetensi yang sangat penting," ujarnya saat pelepasan peserta MMD FILKOM UB 2026 beberapa waktu lalu.
Dekan FILKOM UB, Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM. menegaskan bahwa di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tetap tidak tergantikan.
"AI memang mampu membantu mengolah data, tetapi tidak dapat memahami persoalan sosial secara utuh tanpa keterlibatan manusia. Untuk itu, mahasiswa harus menjadi problem solver yang mampu mengidentifikasi persoalan riil masyarakat secara langsung. AI tidak bisa memetakan persoalan sosial tanpa analisis manusia. Karena itu, kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat dan memahami kebutuhan mereka menjadi kompetensi yang sangat penting," ujarnya saat pelepasan peserta MMD FILKOM UB 2026 beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan, selain kemampuan memecahkan masalah, mahasiswa juga dituntut memiliki komunikasi yang inklusif agar solusi teknologi yang ditawarkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Ia menambahkan, selain kemampuan memecahkan masalah, mahasiswa juga dituntut memiliki komunikasi yang inklusif agar solusi teknologi yang ditawarkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Kemampuan menyampaikan gagasan melalui storytelling juga dinilai penting agar inovasi yang dikembangkan dapat diterima dan dimanfaatkan oleh warga," tuturnya.
Ketua Pelaksana MMD FILKOM UB 2026, Hariz Farisi, S.Kom., M.T., menjelaskan bahwa sebanyak 760 mahasiswa tersebut dibagi ke dalam 57 kelompok yang masing-masing beranggotakan 13 hingga 15 orang. Mereka akan melaksanakan pengabdian di enam kecamatan di Kabupaten Blitar, yakni Kecamatan Bakung, Wonotirto, Panggungrejo, Wates, Binangun, dan Doko dengan total 50 desa sasaran.
"Selain pembekalan akademik, FILKOM UB juga memberikan perlindungan kepada seluruh peserta melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan selama pelaksanaan program," kata Hariz.
Ketua Pelaksana MMD FILKOM UB 2026, Hariz Farisi, S.Kom., M.T., menjelaskan bahwa sebanyak 760 mahasiswa tersebut dibagi ke dalam 57 kelompok yang masing-masing beranggotakan 13 hingga 15 orang. Mereka akan melaksanakan pengabdian di enam kecamatan di Kabupaten Blitar, yakni Kecamatan Bakung, Wonotirto, Panggungrejo, Wates, Binangun, dan Doko dengan total 50 desa sasaran.
"Selain pembekalan akademik, FILKOM UB juga memberikan perlindungan kepada seluruh peserta melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan selama pelaksanaan program," kata Hariz.
Dalam hal ini, setiap kelompok juga dibekali peralatan keselamatan berupa Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan kotak Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) sebagai upaya mengantisipasi risiko selama berada di lokasi pengabdian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....