Riset UM Kembangkan Pembelajaran Evolusi Berbasis Teknologi
- 29 Jun 2026 12:24 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Pemahaman yang kuat terhadap konsep dasar biologi menjadi bekal penting bagi calon guru sebelum terjun ke dunia pendidikan. Berangkat dari kebutuhan tersebut, peneliti Universitas Negeri Malang (UM) mengembangkan model pembelajaran evolusi berbasis asesmen diagnostik dan teknologi untuk mengurangi miskonsepsi mahasiswa Pendidikan Biologi.
Penelitian tersebut mengungkap masih banyak mahasiswa calon guru yang belum memahami secara utuh konsep-konsep fundamental dalam evolusi dan genetika populasi. Padahal materi tersebut menjadi dasar dalam pembelajaran biologi di sekolah.
Peneliti sekaligus mahasiswa Program Doktor (S3) Pendidikan Biologi UM, Wachidah Hayuana mengatakan, penelitian difokuskan untuk memetakan tingkat pemahaman mahasiswa terhadap konsep evolusi, khususnya perubahan frekuensi alel dalam suatu populasi.
"Hasil penelitian menunjukkan masih terdapat miskonsepsi pada mahasiswa mengenai konsep evolusi dan genetika populasi. Mereka masih mengalami kesulitan memahami mekanisme seleksi alam, mutasi, genetic drift, maupun prinsip keseimbangan Hardy-Weinberg," ujarnya, Senin (29/6/2026).
Menurut Wachidah, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena mahasiswa Pendidikan Biologi merupakan calon pendidik yang nantinya akan mengajarkan materi tersebut kepada peserta didik.
Oleh karena itu, tim peneliti mengembangkan asesmen diagnostik yang mampu mendeteksi kesalahan konsep mahasiswa sejak awal proses pembelajaran. Berbeda dengan evaluasi pembelajaran pada umumnya yang hanya mengukur nilai akhir, asesmen ini dirancang untuk memetakan bagian materi yang belum dipahami mahasiswa sehingga dosen dapat menentukan strategi pembelajaran yang lebih tepat.
"Melalui asesmen diagnostik, dosen dapat mengetahui letak miskonsepsi mahasiswa sejak awal sehingga proses pembelajaran dapat disesuaikan untuk membangun pemahaman konseptual yang benar," jelasnya.
Selain mengembangkan instrumen asesmen, penelitian ini juga mendorong penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi yang lebih interaktif dan visual. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membantu mahasiswa memahami konsep-konsep abstrak dalam evolusi dan genetika populasi secara lebih mudah.
Dengan pembelajaran yang lebih interaktif, mahasiswa tidak hanya menghafal istilah ilmiah, tetapi juga mampu menjelaskan berbagai fenomena biologis berdasarkan konsep ilmiah yang benar.
"Harapannya, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan pembelajaran biologi yang lebih inovatif, interaktif, dan berbasis teknologi sehingga calon guru memiliki pemahaman konseptual yang kuat sebelum mengajarkannya di sekolah," kata Wachidah.
Melalui inovasi tersebut, Universitas Negeri Malang terus memperkuat perannya dalam menghasilkan riset yang memberikan solusi terhadap tantangan pendidikan. Pengembangan asesmen diagnostik dan pembelajaran berbasis teknologi diharapkan mampu meningkatkan kompetensi calon guru sekaligus mendukung peningkatan kualitas pembelajaran biologi di Indonesia.
Pengembangan asesmen diagnostik dan pembelajaran berbasis teknologi tersebut sejalan dengan komitmen UM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kualitas pembelajaran dan kompetensi calon pendidik, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan inovasi pembelajaran berbasis teknologi, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi antara kegiatan penelitian dan implementasi hasil riset dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....