UNISMA Wisuda 811 Lulusan, Bekali Jiwa Entrepreneur Hadapi Dunia Kerja
- 26 Jun 2026 12:22 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali meluluskan 811 mahasiswa pada Wisuda Periode ke-79 yang digelar selama dua hari pada 27-28 Juni 2026. Para lulusan berasal dari program sarjana, magister, dan doktor yang siap memasuki babak baru dalam dunia kerja maupun pengabdian di masyarakat.
Wakil Rektor I UNISMA, dr. Erna Sulistyowati, M.Kes., Ph.D. mengatakanc wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal perjalanan karier yang disertai tanggung jawab sesuai kompetensi akademik yang telah diraih.
"Setiap lulusan kini mengemban tanggung jawab baru sesuai jenjang pendidikannya. Bekal yang diperoleh selama kuliah bukan hanya pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga karakter yang akan menjadi modal utama dalam menghadapi tantangan dunia kerja," kata Erna, Jumat (26/6/2026).
Menurutnya, lulusan program magister dan doktor umumnya akan kembali mengembangkan karier profesional di instansi masing-masing. Sementara lulusan sarjana diharapkan mampu bersaing di dunia kerja dengan terus meningkatkan kompetensi melalui berbagai pelatihan maupun pendidikan nonformal.
“Pendidikan tinggi tidak hanya bertujuan mencetak tenaga kerja yang kompeten, tetapi juga membentuk karakter yang kuat. Perguruan tinggi memang memberikan fondasi pengetahuan, keterampilan, dan karakter, sedangkan proses belajar sesungguhnya berlangsung sepanjang hayat," ujarnya.
Untuk mendukung kesiapan lulusan memasuki dunia kerja, UNISMA terus memperluas kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, lembaga pemerintah, dunia usaha, dan dunia industri.
Salah satu keunggulan lulusan UNISMA, lanjut Erna, adalah karakter Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang menjadi ciri khas universitas. Nilai-nilai tersebut ditanamkan melalui kurikulum maupun budaya akademik kampus.
“UNISMA memberikan enam mata kuliah keagamaan secara berjenjang selama masa studi. Selain itu, mahasiswa dibiasakan mengikuti berbagai kegiatan pembinaan karakter seperti salat berjamaah, kegiatan keagamaan, hingga aksi sosial yang menjadi bagian dari kultur Aswaja,” ungkap dr. Erna.
Selain penguatan karakter, UNISMA juga terus mengembangkan budaya kewirausahaan. Pada periode pengembangan 2023-2027, kampus ini menetapkan diri sebagai Entrepreneurial University dengan memperkuat ekosistem inovasi dan bisnis mahasiswa.
“Berbagai program seperti pelatihan kewirausahaan, pembentukan startup mahasiswa, pengelolaan bisnis, hingga pendampingan usaha terus dikembangkan melalui sejumlah pusat layanan dan inkubator bisnis,” kata dia.
Komitmen tersebut, sambung Erna, juga diwujudkan melalui kerja sama internasional. Setelah kunjungan Rektor UNISMA ke Eropa, universitas menjalin kolaborasi dengan sebuah organisasi nonpemerintah yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengembangkan proyek ketahanan pangan berbasis singkong.
Melalui proyek tersebut, UNISMA dipercaya menjadi pilot project pengembangan budidaya singkong menggunakan biofertilizer ramah lingkungan serta hilirisasi berbagai produk olahan, seperti beras singkong dan produk pangan lainnya.
Tidak hanya itu, UNISMA juga akan mengembangkan teknologi pengolahan hasil pertanian bersama sivitas akademika dan mitra industri. Hasil inovasi tersebut nantinya akan menjadi model pembelajaran bagi sejumlah negara mitra di Afrika dan Eropa dalam mendukung penguatan ketahanan pangan global.
"Kami ingin lulusan UNISMA tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menjadi inovator, entrepreneur, dan agen perubahan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional," pungkas Erna.
Wakil Rektor I UNISMA, dr. Erna Sulistyowati, M.Kes., Ph.D. mengatakanc wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal perjalanan karier yang disertai tanggung jawab sesuai kompetensi akademik yang telah diraih.
"Setiap lulusan kini mengemban tanggung jawab baru sesuai jenjang pendidikannya. Bekal yang diperoleh selama kuliah bukan hanya pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga karakter yang akan menjadi modal utama dalam menghadapi tantangan dunia kerja," kata Erna, Jumat (26/6/2026).
Menurutnya, lulusan program magister dan doktor umumnya akan kembali mengembangkan karier profesional di instansi masing-masing. Sementara lulusan sarjana diharapkan mampu bersaing di dunia kerja dengan terus meningkatkan kompetensi melalui berbagai pelatihan maupun pendidikan nonformal.
“Pendidikan tinggi tidak hanya bertujuan mencetak tenaga kerja yang kompeten, tetapi juga membentuk karakter yang kuat. Perguruan tinggi memang memberikan fondasi pengetahuan, keterampilan, dan karakter, sedangkan proses belajar sesungguhnya berlangsung sepanjang hayat," ujarnya.
Untuk mendukung kesiapan lulusan memasuki dunia kerja, UNISMA terus memperluas kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, lembaga pemerintah, dunia usaha, dan dunia industri.
“Kolaborasi ini membuka peluang bagi lulusan untuk memperoleh pengalaman profesional sekaligus memperluas akses terhadap lapangan pekerjaan,” tuturnya.
Salah satu keunggulan lulusan UNISMA, lanjut Erna, adalah karakter Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang menjadi ciri khas universitas. Nilai-nilai tersebut ditanamkan melalui kurikulum maupun budaya akademik kampus.
“UNISMA memberikan enam mata kuliah keagamaan secara berjenjang selama masa studi. Selain itu, mahasiswa dibiasakan mengikuti berbagai kegiatan pembinaan karakter seperti salat berjamaah, kegiatan keagamaan, hingga aksi sosial yang menjadi bagian dari kultur Aswaja,” ungkap dr. Erna.
Selain penguatan karakter, UNISMA juga terus mengembangkan budaya kewirausahaan. Pada periode pengembangan 2023-2027, kampus ini menetapkan diri sebagai Entrepreneurial University dengan memperkuat ekosistem inovasi dan bisnis mahasiswa.
“Berbagai program seperti pelatihan kewirausahaan, pembentukan startup mahasiswa, pengelolaan bisnis, hingga pendampingan usaha terus dikembangkan melalui sejumlah pusat layanan dan inkubator bisnis,” kata dia.
Komitmen tersebut, sambung Erna, juga diwujudkan melalui kerja sama internasional. Setelah kunjungan Rektor UNISMA ke Eropa, universitas menjalin kolaborasi dengan sebuah organisasi nonpemerintah yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengembangkan proyek ketahanan pangan berbasis singkong.
Melalui proyek tersebut, UNISMA dipercaya menjadi pilot project pengembangan budidaya singkong menggunakan biofertilizer ramah lingkungan serta hilirisasi berbagai produk olahan, seperti beras singkong dan produk pangan lainnya.
Tidak hanya itu, UNISMA juga akan mengembangkan teknologi pengolahan hasil pertanian bersama sivitas akademika dan mitra industri. Hasil inovasi tersebut nantinya akan menjadi model pembelajaran bagi sejumlah negara mitra di Afrika dan Eropa dalam mendukung penguatan ketahanan pangan global.
"Kami ingin lulusan UNISMA tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menjadi inovator, entrepreneur, dan agen perubahan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional," pungkas Erna.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....