Enam Dosen FTAB UB Terpilih dalam Tim Ekspedisi Patriot 2026

  • 24 Jun 2026 08:02 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang – Enam dosen Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya berhasil lolos seleksi Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia. Ini sebagai wujud komitmen UB dalam mendukung pembangunan wilayah dan pemerataan ekonomi nasional.

Program nasional ini menjadi salah satu strategi pemerintah dalam mempercepat pengembangan kawasan transmigrasi melalui riset, inovasi teknologi, dan pendampingan masyarakat berbasis keilmuan. Pada tahun 2026, lebih dari 10.000 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mengikuti proses seleksi yang ketat.

Enam dosen FTAB UB yang terpilih adalah Ahmad Zaki Mubarok, Ph.D. yang akan bertugas di Kawasan Transmigrasi Tobadak, Sulawesi Barat; Dr. Eng. Elya Mufidah, S.Pi., M.P.; Dr. Panji Deoranto, S.TP., M.P.; Dr. Ir. Anang Lastriyanto, M.Si.; serta Yusron Sugiarto, S.TP., M.P., M.Sc., Ph.D. yang akan menjalankan penugasan di Kawasan Transmigrasi Klamono Segun, Sorong, Papua Barat Daya. Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Bambang Susilo, M.Sc.Agr., IPU. akan bertugas di wilayah Sulawesi Barat.

Tim Ekspedisi Patriot merupakan program yang menghimpun tenaga multidisiplin untuk menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan di kawasan transmigrasi. Para peserta tidak hanya melakukan kajian dan penelitian, tetapi juga mendampingi masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal, meningkatkan produktivitas sektor unggulan, serta memperkuat kapasitas sumber daya manusia.

Dekan FTAB UB, Prof. Yusuf Hendrawan, S.TP., M.App.Life.Sc., Ph.D., menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kompetensi akademik dosen UB mendapat kepercayaan untuk berkontribusi langsung dalam agenda pembangunan nasional.

“Keberhasilan enam dosen FTAB Universitas Brawijaya dalam seleksi Tim Ekspedisi Patriot 2026 merupakan bentuk pengakuan terhadap kapasitas akademik dan profesionalisme sivitas akademika FTAB. Perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga memiliki tanggung jawab menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, terutama di kawasan yang menjadi prioritas pembangunan nasional,” katanya, Selasa (24/6/2026).

Menurutnya, keterlibatan dosen dalam program ini sejalan dengan upaya perguruan tinggi untuk mendorong hilirisasi hasil riset agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Berbagai bidang keahlian yang dimiliki dosen FTAB, mulai dari teknologi agroindustri, pertanian, perikanan hingga pengembangan biosistem, diharapkan mampu mendukung transformasi ekonomi kawasan transmigrasi.

“Melalui program ini, para dosen membawa kompetensi akademik dan inovasi teknologi yang dimiliki Universitas Brawijaya untuk mendukung penguatan sektor pertanian, perikanan, pengembangan ekonomi lokal, serta pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

“Kami berharap kehadiran mereka dapat memberikan dampak nyata dalam mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....