KKN FSTeM UB, Dorong Penerapan Sains dan Teknologi untuk Solusi Pembangunan Desa

  • 23 Jun 2026 13:10 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 2026 Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) Universitas Brawijaya (UB) menjadi ajang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menjawab berbagai persoalan di masyarakat. Sebanyak 578 mahasiswa diterjunkan ke 40 desa di Kabupaten Malang dengan membawa berbagai program berbasis sains dan teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

Mengusung tema “Inovasi SAINTEK untuk Pembangunan Daerah Berkelanjutan”, KKN tahun ini difokuskan pada upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan, pertumbuhan ekonomi, serta penguatan kemitraan pembangunan.

Dekan FSTeM UB, Prof. Sukir Maryanto menyebut bahwa KKN menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membuktikan bahwa ilmu sains, teknologi, dan matematika dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“KKN ini bukan sekadar pemenuhan kurikulum, melainkan momentum penting bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu sains, teknologi, dan matematika di tengah realitas sosial. Kami berharap inovasi yang dibawa mahasiswa mampu menjadi katalisator pembangunan daerah yang berkelanjutan,” katanya, Selasa (23/6/2026).

Menurutnya, tantangan pembangunan di tingkat desa membutuhkan pendekatan yang berbasis data dan inovasi. Karena itu, mahasiswa FSTeM didorong untuk menghadirkan solusi yang aplikatif sekaligus mudah diterapkan masyarakat.

Ketua Bidang Penelitian dan Inovasi, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama (BPPM) FSTeM UB, Prof. Abdurrouf menjelaskan bahwa KKN tahun ini diarahkan untuk mengidentifikasi potensi sekaligus persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari aspek sumber daya manusia, ekonomi, kesehatan, hingga lingkungan.

“Tujuan utama KKN ini adalah mengukur dan mengidentifikasi berbagai faktor internal masyarakat, mulai dari kapasitas SDM, perekonomian, hingga dukungan desa untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, dan ekonomi kreatif,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan mengembangkan program multidisiplin sesuai karakteristik wilayah penempatan. Pada sektor pendidikan, mahasiswa didorong membantu penguatan literasi sains dan pemanfaatan teknologi dalam administrasi desa. Di bidang kesehatan dan lingkungan, mereka akan melakukan pemetaan kondisi sanitasi serta memberikan edukasi berbasis data kepada masyarakat.

Sementara itu, untuk mendukung penguatan ekonomi desa, mahasiswa akan menerapkan teknologi tepat guna dan pendekatan berbasis matematika guna meningkatkan efisiensi produksi serta daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sebagai informasi, program KKN FSTeM UB tahun ini menjangkau 40 desa yang tersebar di sembilan kecamatan di Kabupaten Malang, diantaranya Kecamatan Jabung, Lawang, Pakis, Pujon, Kepanjen, Ngajum, Tajinan, Tumpang, dan Turen. Wilayah tersebut dipilih karena memiliki karakteristik yang beragam, mulai dari kawasan pertanian, sentra UMKM, hingga daerah penunjang pariwisata.

Keberhasilan program ini juga bertumpu pada kolaborasi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan di tingkat lokal. Melalui kemitraan tersebut, inovasi yang dibawa mahasiswa diharapkan dapat terus dimanfaatkan masyarakat meski program KKN telah berakhir.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....