Program 3M, UB Dorong Mahasiswa Hadirkan Solusi Persoalan Masyarakat

  • 22 Jun 2026 12:06 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya menerjunkan ratusan mahasiswa ke 57 kelurahan di Kota Malang melalui program Mahasiswa Membangun Mitra (3M). Program ini sebagai salah satu upaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam menyelesaikan persoalan masyarakat melalui berbagai program pengabdian.

Rektor UB, Prof. Widodo mengapresiasi langkah FTAB yang kembali mengirimkan mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial, ekonomi, maupun lingkungan.

“Program ini memiliki tiga fokus utama, yakni penguatan ekonomi masyarakat, pembangunan sosial budaya, serta peningkatan kesadaran terhadap keberlanjutan lingkungan. Ketiga aspek tersebut dinilai penting untuk mendorong pembangunan masyarakat yang berkelanjutan,” kata Prof. Widodo di sela pemberangkatan mahasiswa 3M di lapangan rektorat UB, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, Program 3M juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari UPT Green Campus UB hingga Pemerintah Kota Malang. Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Ini menjadi bagian penting bagaimana perguruan tinggi memiliki dampak langsung terhadap masyarakat, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun lingkungan,” tegasnya.

Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, Prof. Widodo menilai kegiatan tersebut juga menjadi ruang pembelajaran yang berharga bagi mahasiswa. Melalui interaksi langsung dengan warga, mahasiswa dapat memahami dinamika sosial sekaligus mengasah kemampuan dalam memimpin perubahan.

“Mahasiswa belajar memahami budaya yang ada di masyarakat. Mereka juga memiliki peran penting untuk menggerakkan dinamika sosial dan memimpin perubahan yang konstruktif demi kemajuan bangsa,” jelasnya.



Sementara itu, Sekretaris Universitas Brawijaya, Dr. Tri Wahyu Nugroho menambahkan bahwa
program 3M juga terintegrasi dengan program prioritas universitas, yakni Kampung Lingkar Kampus (KLK). Program tersebut dirancang untuk memperkuat hubungan antara kampus dan masyarakat sekitar melalui berbagai kegiatan kolaboratif. Menurutnya, konsep Kampung Lingkar Kampus berangkat dari gagasan bahwa keberadaan kampus tidak boleh terpisah dari lingkungan sosial di sekitarnya.

“Kami ingin membangun sinergi antara kampus dan masyarakat sekitar. Pagar Universitas Brawijaya bukan sekadar pagar fisik yang mengelilingi kampus, tetapi masyarakat sekitar juga menjadi bagian yang terintegrasi dengan kampus,” ujarnya.

Melalui konsep tersebut, UB berupaya menghadirkan manfaat langsung bagi warga sekitar kampus melalui berbagai program pemberdayaan dan pendampingan.

Saat ini, program KLK difokuskan pada sejumlah wilayah yang berada di sekitar kampus UB, seperti Kelurahan Ketawanggede, Sumbersari, Penanggungan, dan kawasan sekitarnya.
Namun ke depan, cakupan program tersebut akan terus diperluas agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat kehadiran kampus.

“Nanti akan semakin diperlebar. Di situlah sebenarnya pagar Universitas Brawijaya, yaitu masyarakat yang menjadi bagian dari ekosistem kampus,” tandasnya.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....