Youth Spark Academy Tekankan Belajar Bahasa Inggris Tidak Sulit
- 18 Jun 2026 16:08 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Banyak anak dan remaja menganggap Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran yang sulit untuk dipelajari. Namun, pandangan tersebut ditepis oleh Founder Youth Spark Academy, Kayla Zheelva. Menurutnya, belajar Bahasa Inggris sebenarnya bukanlah hal yang rumit jika dilakukan dengan cara yang tepat dan menyenangkan.
Kayla mengatakan bahwa kemampuan berbahasa Inggris dapat mulai dibangun dari aktivitas sehari-hari yang disukai anak-anak. Beberapa di antaranya seperti mendengarkan lagu berbahasa Inggris, membaca buku berbahasa Inggris, hingga menonton film tanpa menggunakan terjemahan.
"Belajar Bahasa Inggris sebenarnya tidak sulit. Anak-anak bisa memulainya dari hal-hal yang mereka sukai terlebih dahulu sehingga proses belajarnya terasa lebih menyenangkan," ujar Kayla dalam Jagongan UMKM, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi anak-anak Indonesia bukan terletak pada kemampuan memahami Bahasa Inggris, melainkan rasa percaya diri ketika harus menggunakannya dalam percakapan sehari-hari.
Banyak anak yang sebenarnya memiliki kosakata dan pemahaman yang cukup, tetapi masih merasa takut melakukan kesalahan saat berbicara. Akibatnya, mereka memilih diam dan enggan memulai percakapan menggunakan Bahasa Inggris.
"Anak-anak Indonesia sering kali tidak percaya diri ketika berbicara Bahasa Inggris, sehingga banyak yang tidak mau mencoba untuk memulai percakapan menggunakan Bahasa Inggris. Maka dari itu, kami hadir dengan pembelajaran yang menyenangkan agar anak-anak Indonesia mulai percaya diri berbicara Bahasa Inggris," jelas Kayla.
Melihat kondisi tersebut, Youth Spark Academy mengembangkan sistem pembelajaran yang berfokus pada kemampuan berbicara atau speaking. Melalui pendekatan yang interaktif, siswa didorong untuk aktif berkomunikasi dan berani mengekspresikan diri menggunakan Bahasa Inggris sejak dini.
Dalam proses pembelajaran, Youth Spark Academy mengutamakan suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan. Kayla meyakini bahwa anak-anak akan lebih mudah menyerap materi ketika mereka merasa senang selama belajar.
Salah satu metode yang diterapkan adalah penggunaan berbagai permainan edukatif berbahasa Inggris yang membuat siswa belajar sambil bermain. Selain itu, Youth Spark Academy juga menghadirkan pengajar warga negara asing untuk berinteraksi langsung dengan para siswa.
Kehadiran pengajar internasional tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda sekaligus kesempatan bagi siswa untuk mempraktikkan kemampuan Bahasa Inggris mereka secara langsung dalam situasi yang lebih nyata.
Melalui metode tersebut, siswa tidak hanya belajar tata bahasa dan kosakata, tetapi juga membangun keberanian untuk berkomunikasi dengan orang dari berbagai latar belakang budaya.
Kayla berharap pendekatan yang diterapkan Youth Spark Academy dapat mengubah pandangan anak-anak terhadap Bahasa Inggris. Ia ingin Bahasa Inggris tidak lagi dianggap sebagai pelajaran yang menakutkan, melainkan sebagai keterampilan yang menyenangkan untuk dipelajari dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan mengedepankan metode belajar yang interaktif, suasana kelas yang nyaman, serta pengalaman berinteraksi dengan warga negara asing, Youth Spark Academy berupaya menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang tidak hanya efektif, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang berkesan bagi setiap siswa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....