Teknologi Hidroponik IoT Karya Politeknik Unisma Masuk 60 Program Nasional
- 15 Jun 2026 07:41 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Inovasi teknologi hidroponik berbasis Internet of Things (IoT) yang dikembangkan Politeknik Unisma Malang berhasil menarik perhatian di tingkat nasional. Program yang diterapkan di Desa Tambakrejo, Kabupaten Probolinggo, tersebut dinilai mampu menghadirkan solusi pertanian cerdas sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat di wilayah yang rentan terdampak bencana.
Atas inovasi tersebut, Politeknik Unisma Malang berhasil masuk dalam 60 Program Terbaik Nasional Program Mahasiswa Berdampak (PM-BEM) 2025 dan mendapat kesempatan mempresentasikan hasil program pada Seminar Dampak Program Mahasiswa Berdampak yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di Yogyakarta, 5–7 Juni 2026.
Capaian ini diraih di tengah persaingan yang ketat. Dari 957 proposal yang diajukan perguruan tinggi di seluruh Indonesia, sebanyak 263 program memperoleh pendanaan. Selanjutnya, hanya 60 program dengan dampak terbaik yang terpilih untuk mengikuti seminar nasional sebagai ajang diseminasi dan apresiasi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Program bertajuk “Hilirisasi Teknologi Hidroponik Berbasis IoT sebagai Solusi Cerdas di Wilayah Rawan Bencana Tambakrejo-Probolinggo”diketuai oleh Novta Dany'el Irawan, S.Pd., M.T., bersama anggota tim Shafiq Nurdin, S.T., M.T., dan Yusriel Ardian, S.Kom., M.Kom. Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Unisma Malang yang dipimpin oleh Pramudi Nur Arifin.
Atas inovasi tersebut, Politeknik Unisma Malang berhasil masuk dalam 60 Program Terbaik Nasional Program Mahasiswa Berdampak (PM-BEM) 2025 dan mendapat kesempatan mempresentasikan hasil program pada Seminar Dampak Program Mahasiswa Berdampak yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di Yogyakarta, 5–7 Juni 2026.
Capaian ini diraih di tengah persaingan yang ketat. Dari 957 proposal yang diajukan perguruan tinggi di seluruh Indonesia, sebanyak 263 program memperoleh pendanaan. Selanjutnya, hanya 60 program dengan dampak terbaik yang terpilih untuk mengikuti seminar nasional sebagai ajang diseminasi dan apresiasi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Program bertajuk “Hilirisasi Teknologi Hidroponik Berbasis IoT sebagai Solusi Cerdas di Wilayah Rawan Bencana Tambakrejo-Probolinggo”diketuai oleh Novta Dany'el Irawan, S.Pd., M.T., bersama anggota tim Shafiq Nurdin, S.T., M.T., dan Yusriel Ardian, S.Kom., M.Kom. Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Unisma Malang yang dipimpin oleh Pramudi Nur Arifin.
Ketua Program, Novta Dany'el Irawan mengatakan bahwa melalui program ini, tim mengimplementasikan sistem hidroponik berbasis IoT yang memungkinkan proses pemantauan dan pengendalian budidaya tanaman dilakukan secara otomatis.
“Teknologi tersebut membantu masyarakat mengelola pertanian secara lebih efisien, terutama pada wilayah yang memiliki keterbatasan lahan dan menghadapi risiko bencana yang dapat mengganggu produksi pangan,” katanya, Senin (15/6/2026).
Tidak hanya menghadirkan teknologi, program ini juga mengedepankan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan, pendampingan, dan transfer pengetahuan.
“Pendekatan tersebut dilakukan agar masyarakat mampu mengoperasikan, merawat, serta mengembangkan sistem secara mandiri setelah program selesai,” ujarnya.
Ia menyebut bahwa keberhasilan masuk dalam 60 program terbaik nasional menunjukkan bahwa inovasi yang lahir dari perguruan tinggi dapat memberikan solusi nyata terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Masuk dalam 60 program terbaik nasional merupakan kebanggaan bagi Politeknik Unisma Malang. Lebih dari itu, pencapaian ini menunjukkan bahwa inovasi yang dikembangkan di kampus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjawab kebutuhan di lapangan,” tuturnya.
Menurutnya, penerapan teknologi hidroponik berbasis IoT tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat melalui budidaya sayuran yang lebih produktif dan efisien.
Sementara itu, Ketua BEM Politeknik Unisma Malang, Pramudi Nur Arifin, menilai keterlibatan mahasiswa dalam program tersebut menjadi pengalaman berharga untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menyelesaikan permasalahan masyarakat secara langsung.
“Keberhasilan ini semakin memperkuat komitmen Politeknik Unisma Malang dalam mendukung program Kampus Berdampak melalui pengembangan teknologi terapan, pengabdian kepada masyarakat, serta kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat,” ungkap Pramudi.
Ia menyebut bahwa keberhasilan masuk dalam 60 program terbaik nasional menunjukkan bahwa inovasi yang lahir dari perguruan tinggi dapat memberikan solusi nyata terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Masuk dalam 60 program terbaik nasional merupakan kebanggaan bagi Politeknik Unisma Malang. Lebih dari itu, pencapaian ini menunjukkan bahwa inovasi yang dikembangkan di kampus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjawab kebutuhan di lapangan,” tuturnya.
Menurutnya, penerapan teknologi hidroponik berbasis IoT tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat melalui budidaya sayuran yang lebih produktif dan efisien.
Sementara itu, Ketua BEM Politeknik Unisma Malang, Pramudi Nur Arifin, menilai keterlibatan mahasiswa dalam program tersebut menjadi pengalaman berharga untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menyelesaikan permasalahan masyarakat secara langsung.
“Keberhasilan ini semakin memperkuat komitmen Politeknik Unisma Malang dalam mendukung program Kampus Berdampak melalui pengembangan teknologi terapan, pengabdian kepada masyarakat, serta kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat,” ungkap Pramudi.
Melalui inovasi yang berorientasi pada kebutuhan riil di lapangan, kampus diharapkan dapat terus berkontribusi dalam menciptakan solusi yang inklusif dan berkelanjutan bagi pembangunan daerah maupun nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....