Menuju 2030, UB Pacu Pengurangan Emisi demi Wujudkan Target Net Zero

  • 12 Jun 2026 14:49 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Waktu menuju target Net Zero Emission 2030 semakin dekat. Di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks, Universitas Brawijaya (UB) terus mempercepat berbagai upaya pengurangan emisi karbon sebagai bagian dari komitmen mewujudkan kampus berkelanjutan dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Ketua Global Partnership and Reputation UB, Hendrix Yulis Setyawan, S.TP., M.Si., Ph.D., mengatakan bahwa tantangan terbesar dalam mencapai target tersebut bukan hanya persoalan teknis, melainkan juga perubahan budaya di lingkungan kampus.

“Sebagai institusi akademik, tantangan utamanya adalah mengubah culture. Target SDGs dan Net Zero Emission 2030 sudah semakin dekat, sehingga semua pihak harus bergerak lebih cepat untuk mencapai tujuan tersebut,” ujarnya, Kamis (12/6/2026).

Menurut Hendrix, UB secara rutin melakukan perhitungan emisi karbon yang dihasilkan kampus setiap tahun. Evaluasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan strategi penurunan emisi sekaligus mengukur efektivitas berbagai program keberlanjutan yang telah dijalankan.

Komitmen tersebut sejalan dengan target UB untuk mencapai Net Zero Emission pada 2030 melalui pengelolaan emisi yang terukur, pengembangan energi bersih, serta berbagai kebijakan kampus hijau. UB juga telah menyusun inventarisasi emisi gas rumah kaca sebagai bagian dari langkah menuju target tersebut.

Salah satu strategi yang diterapkan adalah pembatasan kendaraan bermotor di lingkungan kampus melalui program car free day dan penguatan sistem pemantauan emisi secara real time.

Ketua Sustainable Development Goals (SDGs) Universitas Brawijaya, Novia Lusiana, STP., M.Si., Ph.D. menyebut bahwa langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi kontribusi sektor transportasi yang selama ini menjadi salah satu sumber emisi karbon.

“Hasil perhitungan menunjukkan emisi UB dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan. Secara umum ada tren pengurangan sekitar lima hingga sepuluh persen dibandingkan tahun sebelumnya,” tutur Novia.

Selain sektor transportasi, UB juga terus mengembangkan berbagai program Green Campus, termasuk efisiensi energi, digitalisasi layanan untuk mengurangi penggunaan kertas, pemanfaatan energi terbarukan, hingga penguatan ruang terbuka hijau sebagai penyerap karbon. Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang universitas dalam membangun ekosistem kampus yang lebih ramah lingkungan.

Meski demikian, diakuinya bahwa perjalanan menuju Net Zero Emission masih membutuhkan kerja keras. Saat ini, kampus masih menghadapi selisih antara emisi yang dihasilkan dan kemampuan penyerapan karbon yang tersedia. Karena itu, berbagai program pengurangan emisi akan terus diperkuat dalam beberapa tahun ke depan.

“Kami terus menghitung dari mana sumber emisi berasal, bagaimana menurunkannya, dan bagaimana meningkatkan kapasitas penyerapan karbon. Karena target kami jelas, yaitu mencapai Net Zero Emission pada 2030,” tegasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....