Nortis AI Academy: Pengguna AI Harus Paham Etika sebelum Menguasai Teknologinya

  • 04 Jun 2026 15:51 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/ AI) harus diimbangi dengan pemahaman etika yang memadai. Tanpa bekal etika, teknologi berpotensi disalahgunakan dan menimbulkan berbagai persoalan baru di masyarakat.

Hal ini disampaikan Advisor Nortis AI Academy, Ardi Imawan. Menurutnya pengalaman perkembangan internet di Indonesia menjadi pelajaran penting dalam menghadapi era AI.

"Etika ternyata hal yang paling dasar yang harus dipelajari dulu sebelum kita berkenalan dengan teknologi," kata Ardi dalam program Malang Menyapa, Rabu, 3 Juni 2026.

Pada praktiknya, banyak pengguna AI yang fokus mempelajari kemampuan teknologi, namun belum memahami batasan penggunaan yang bertanggung jawab. Padahal, tidak semua hal yang dapat dilakukan AI otomatis boleh dilakukan apabila kita tinjau dari sisi etis.

"Ketika AI ngomong semuanya bisa, bukan berarti semuanya boleh. Jadi etika itu harus kita kedepankan dulu," tegas Ardi.

Oleh karena itulah, maka dalam berbagai pelatihan yang digelar Nortis AI Academy, peserta tidak hanya belajar aspek teknis, tetapi juga memahami etika, risiko dan konsekuensi penggunaan AI dalam pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari.

"Orang itu harus tahu dulu peluangnya. Yang kedua resikonya. Jadi orang pakai itu tidak sembarangan," katanya.

Ia menambahkan, pemahaman etika AI yang diajarkan mengacu pada lima prinsip utama yang direkomendasikan UNESCO, yakni fairness, transparency, accountability, privacy, dan safety.

"Kita ambil lima poin prinsip etika AI dari UNESCO, yaitu fairness, transparansi, accountability, privacy, sama safety," jelas Ardi.

Menurutnya, edukasi etika AI menjadi semakin penting karena teknologi tersebut kini digunakan oleh berbagai kalangan, mulai pelajar, pekerja, UMKM hingga perusahaan besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....