Kenali Perbedaan Kurikulum Nasional, IB, Cambridge, dan Montessori

  • 03 Jun 2026 11:41 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Pemilihan sekolah kini tidak hanya mempertimbangkan lokasi atau fasilitas yang tersedia, tetapi juga kurikulum yang digunakan dalam proses pembelajaran. Beragam pilihan sistem pendidikan yang berkembang saat ini membuat orang tua semakin selektif dalam menentukan lingkungan belajar yang sesuai bagi anak.

Dikutip dari Fimela, Rabu (3/6/2026), selain Kurikulum Merdeka yang diterapkan secara nasional, sejumlah sekolah di Indonesia juga mengadopsi kurikulum internasional seperti International Baccalaureate (IB) dan Cambridge. Di sisi lain, metode Montessori juga semakin diminati karena menawarkan pendekatan pembelajaran yang berbeda.

Kurikulum Merdeka menjadi sistem pendidikan nasional yang saat ini diterapkan secara bertahap di berbagai sekolah. Kurikulum ini menekankan fleksibilitas dalam proses belajar dan memberi ruang bagi siswa untuk memahami materi secara lebih mendalam. Fokus pembelajaran tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Melalui program tersebut, siswa diajak terlibat dalam berbagai proyek yang berkaitan dengan lingkungan, budaya, kewirausahaan, hingga literasi digital. Guru juga diberikan keleluasaan untuk menyesuaikan metode pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik.

Sementara itu, kurikulum International Baccalaureate (IB) dikenal sebagai sistem pendidikan internasional yang menekankan kemampuan berpikir kritis, riset, serta pemahaman terhadap isu-isu global. Dalam kurikulum ini, siswa didorong untuk aktif berdiskusi dan mengembangkan kemampuan analisis dari berbagai perspektif.

Penilaian dalam IB tidak hanya bergantung pada ujian, tetapi juga mencakup proyek, presentasi, esai, dan penelitian mandiri. Sistem ini banyak digunakan di sekolah internasional dan menjadi pilihan bagi keluarga yang memiliki rencana pendidikan global untuk anak.

Kurikulum Cambridge juga menjadi salah satu sistem internasional yang banyak diterapkan di berbagai negara. Kurikulum yang berasal dari Inggris ini dikenal memiliki standar akademik yang kuat, terutama pada bidang matematika, sains, dan bahasa Inggris.

Melalui pendekatan yang terstruktur, siswa diajak memahami konsep secara mendalam sekaligus mengembangkan kemampuan memecahkan masalah. Cambridge juga memiliki jenjang ujian internasional seperti IGCSE dan A Level yang diakui oleh berbagai perguruan tinggi di dunia.

Berbeda dengan ketiga sistem tersebut, Montessori lebih dikenal sebagai metode pembelajaran yang berpusat pada perkembangan alami anak. Pendekatan yang dikembangkan oleh Maria Montessori ini memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih aktivitas belajar sesuai minat dan tahap perkembangannya.

Dalam kelas Montessori, guru berperan sebagai fasilitator yang mendampingi proses belajar. Anak didorong untuk mengeksplorasi lingkungan secara mandiri melalui berbagai alat bantu edukatif yang dirancang khusus. Metode ini menitikberatkan pada pengembangan kemandirian, rasa ingin tahu, serta kemampuan sosial sejak usia dini.

Setiap kurikulum memiliki karakteristik dan tujuan yang berbeda. Karena itu, orang tua perlu mempertimbangkan kebutuhan, minat, serta rencana pendidikan jangka panjang anak sebelum menentukan pilihan sekolah yang paling sesuai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....