Mahasiswa UM Kembangkan PlantCare Kit Hadapi Perubahan Iklim
- 29 Mei 2026 15:39 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Berangkat dari tingginya risiko banjir dan tanah longsor di kawasan Pemandian Dewi Sri, Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, sejumlah mahasiswa Biologi Universitas Negeri Malang (UM) mengembangkan inovasi edukatif bertajuk PlantCare Kit sebagai media pembelajaran perubahan iklim dan mitigasi bencana berbasis lingkungan.
Tim pengembang terdiri dari Misfalah Arum Syandana, Aprillia Dwi Tri Susanti, Johanna Kartika Adventina P. D., Khofifah Dwi Rahmawati, dan Sururin Masfufah. Produk tersebut dikembangkan melalui mata kuliah Pendidikan Biologi untuk Pembangunan Berkelanjutan yang diampu Prof. Dr. Hadi Suwono, M.Si. dan Dr. Sueb, M.Kes.
Berdasarkan hasil kajian lapangan, kawasan Pemandian Dewi Sri menghadapi sejumlah persoalan ekologis, mulai dari alih fungsi lahan hutan menjadi area pertanian, tingginya curah hujan, kondisi lereng yang curam, hingga saluran air yang tersumbat sampah. Kondisi tersebut meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor yang berdampak pada kestabilan tanah, ekosistem, akses jalan, hingga aktivitas wisata masyarakat sekitar.
Anggota tim, Misfalah Arum Syandana, menjelaskan bahwa PlantCare Kit dirancang agar isu perubahan iklim dapat dipahami masyarakat dan pelajar secara lebih dekat serta aplikatif.
“Melalui PlantCare Kit, kami ingin menunjukkan bahwa aksi sederhana seperti menanam tanaman, mengolah limbah organik, dan menjaga daerah resapan air bisa menjadi langkah nyata untuk mengurangi risiko bencana akibat perubahan iklim,” katanya, Jumat (29/5/2026).
PlantCare Kit terdiri atas beberapa komponen utama seperti bibit tanaman, eco-enzyme, arang sekam, sekop mini, dan buku panduan penggunaan. Paket tersebut dirancang untuk membantu siswa dan masyarakat memahami pentingnya vegetasi, pengelolaan limbah organik, serta peningkatan daya resap air dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Dalam implementasi pembelajaran, topik yang diangkat adalah perubahan iklim untuk siswa kelas X SMA. Peserta didik diarahkan menganalisis hubungan antara vegetasi dengan risiko banjir dan longsor melalui demonstrasi diorama, kemudian merancang solusi berbasis konsep IPA dalam bentuk proyek mitigasi perubahan iklim.
Aprillia Dwi Tri Susanti menyampaikan bahwa pendekatan pembelajaran kontekstual menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan produk tersebut.
“Kami berharap siswa tidak hanya memahami teori perubahan iklim, tetapi juga mampu melihat persoalan lingkungan di sekitar mereka dan ikut terlibat dalam solusi yang nyata,” ujarnya.
Pengembangan PlantCare Kit juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 13 tentang penanganan perubahan iklim. Selain itu, inovasi tersebut turut mendukung SDGs 15 mengenai perlindungan ekosistem darat dan SDGs 11 tentang pembangunan komunitas yang berkelanjutan dan tangguh terhadap bencana.
Menurut Johanna Kartika Adventina P. D., proyek tersebut memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa dalam menghubungkan konsep biologi dengan kebutuhan masyarakat.
“Proyek ini membuat kami belajar bahwa pendidikan biologi tidak hanya berhenti di kelas, tetapi juga bisa menjadi sarana untuk membangun kesadaran dan kepedulian lingkungan di masyarakat,” ungkapnya.
Melalui proyek ini, mahasiswa tidak hanya belajar menyusun perangkat pembelajaran, tetapi juga berlatih merancang solusi yang edukatif, partisipatif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Ke depan, PlantCare Kit diharapkan dapat berkembang menjadi media edukasi yang bermanfaat bagi sekolah, masyarakat desa, maupun kawasan wisata alam.
Inovasi tersebut sekaligus menegaskan pentingnya peran pendidikan biologi dalam menyiapkan generasi muda yang peka terhadap perubahan iklim dan mampu terlibat dalam aksi lingkungan secara nyata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....