UB Perkuat Zona Integritas, Dorong Budaya Kerja Bersih

  • 22 Mei 2026 14:27 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Universitas Brawijaya (UB) terus memperkuat pembangunan Zona Integritas (ZI) sebagai bagian dari upaya reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas layanan di lingkungan perguruan tinggi. Sejak 2023, pembangunan ZI diterapkan secara menyeluruh di seluruh unit kerja dengan fokus pada transformasi tata kelola dan penguatan budaya integritas.

Ketua Satuan Reformasi Birokrasi UB, Ngesti Dwi Prasetyo mengatakan, pembangunan Zona Integritas tidak hanya berkaitan dengan perbaikan sistem birokrasi, tetapi juga perubahan budaya kerja di lingkungan kampus.

“Sejak tahun 2023, UB melaksanakan pembangunan zona integritas secara menyeluruh di seluruh unit kerja. Ada dua dimensi utama yang kami kerjakan, yakni perubahan tata kelola internal dan transformasi budaya kerja,” katanya, Jumat (23/5/2026).

Menurutnya, pembangunan ZI diarahkan untuk menciptakan birokrasi kampus yang bersih, transparan, dan mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Selain itu, penguatan integritas menjadi fondasi utama dalam proses reformasi birokrasi di lingkungan UB.

“Kata kunci pembangunan zona integritas adalah integritas dan kompetensi. Harapannya nilai itu merasuk ke seluruh ruang perguruan tinggi, baik tenaga kependidikan maupun dosen,” ujarnya.

Ngesti menjelaskan, transformasi birokrasi melalui pembangunan Zona Integritas juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan “kampus berdampak”. Melalui tata kelola yang lebih baik, UB diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan dan kebutuhan masyarakat.

“Dengan pembangunan zona integritas ini, harapannya UB mampu memberikan dampak nyata bagi perubahan dan perkembangan kehidupan masyarakat yang lebih baik,” jelasnya.

Selama tiga tahun pelaksanaan pembangunan ZI, UB dinilai telah menunjukkan perkembangan positif. Salah satunya melalui integrasi Unit Layanan Terpadu dan Pusat Layanan Terpadu sebagai bentuk komitmen terhadap pelayanan prima.

Selain penguatan layanan, UB juga terus mendorong implementasi budaya kerja Brawijaya yang menekankan nilai integritas, komitmen, dan profesionalisme di seluruh unit kerja.

Meski demikian, Ngesti mengakui masih terdapat sejumlah pembenahan yang perlu dilakukan agar reformasi birokrasi di lingkungan kampus berjalan semakin optimal.

“Tentu masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi, tetapi secara keseluruhan UB terus bergerak menuju tata kelola dan reformasi birokrasi yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh fakultas di UB saat ini telah menjalankan pembangunan Zona Integritas. Bahkan pada 2025 lalu, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UB berhasil meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dari Kementerian PANRB.

Meski kini FTP telah bertransformasi menjadi Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB), status WBBM tersebut tetap dipertahankan.

“FTP menjadi satu-satunya fakultas di Indonesia yang memperoleh predikat WBBM. Ini menjadi prestasi tersendiri bagi UB,” katanya.

Ke depan, UB menargetkan fakultas dan unit kerja lainnya dapat menyusul meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) maupun WBBM sebagai bagian dari penguatan tata kelola perguruan tinggi yang profesional, bersih, dan berintegritas.

Sementara itu, Rektor UB, Prof. Widodo mengatakan, pihaknya ingin mengajak
semua pihak untuk transformasi tata kelola, mengingat birokrasi harus bisa adaptif dengan mengikuti tuntutan zaman.



“Yang paling penting adalah bagaimana kita transform mindset untuk bisa melayani dengan baik, melayani dengan bersih dan mindsetnya akan terimplementasi sehari-hari sehingga menjadi sebuah budaya pelayanan yang baik dan bersih,” tandasnya.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....