Keteladanan Orangtua Jadi Kunci Penggunaan Gadget Anak

  • 11 Mei 2026 19:26 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Pendampingan anak dalam penggunaan gadget tidak cukup hanya dengan aturan dan larangan. Orangtua dinilai harus menjadi teladan utama dalam penggunaan media digital agar anak mampu memahami batasan penggunaan internet secara sehat dan seimbang di rumah.

Blogger dan penulis buku dari Komunitas Payung Literasi, Jihan Mawaddah, menilai keteladanan orangtua memiliki pengaruh jauh lebih besar dibandingkan sekadar nasihat kepada anak. Menurutnya, anak cenderung meniru kebiasaan yang dilakukan orangtua setiap hari, termasuk dalam penggunaan gadget dan media sosial.

“Teladan dari orangtua itu lebih kuat daripada seribu kata. Anak melihat bagaimana ayah dan ibunya menggunakan gadget, bukan hanya mendengar larangan,” ujarnya kepada RRI dalam dialog Literasi Digital, Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan perkembangan teknologi membuat akses internet semakin mudah dijangkau semua usia. Berdasarkan survei tahun 2025, sekitar 77 persen masyarakat Indonesia telah mengakses internet dengan dominasi pengguna usia 16 hingga 46 tahun. Tingginya angka tersebut membuat penggunaan media digital di lingkungan keluarga sulit dihindari.

Karena itu, Jihan menilai orangtua harus memiliki kemampuan literasi media agar dapat memilah konten yang aman sekaligus mendampingi anak saat menggunakan internet. Ia mengingatkan penggunaan gadget tanpa kontrol dapat berdampak pada kondisi mental anak akibat paparan dopamin berlebihan dari konten digital.

“Hormon dopamin akan keluar saat kita mendapatkan sesuatu yang menyenangkan. Masalahnya, kalau anak terlalu lama screentime, mereka terbiasa mendapatkan kesenangan instan sehingga daya tahan untuk berjuangnya menjadi rendah,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat memicu berbagai masalah seperti gangguan konsentrasi, emosi yang tidak stabil, hingga kecenderungan mental illness. Karena itu, pembatasan penggunaan gadget perlu dilakukan secara bertahap dan konsisten sejak dini.

Jihan juga mengingatkan adanya rekomendasi dari WHO dan IDAI terkait penggunaan gadget pada anak. Ia menyebut anak di bawah usia tujuh tahun sebaiknya belum diberikan akses gadget secara bebas. Jika mulai dikenalkan, penggunaannya dilakukan bertahap dengan durasi singkat sekitar 10 hingga 15 menit.

“Anak itu harus dikenalkan secara bertahap, bukan langsung dibiarkan memegang gadget berjam-jam. Orangtua perlu hadir mendampingi, bukan sekadar memberikan perangkat,” jelasnya.

Selain pembatasan durasi, ia memperkenalkan konsep piramida konten dalam literasi media. Konten edukatif dan interaktif ditempatkan sebagai prioritas utama dibandingkan hiburan pasif seperti scrolling media sosial atau video tanpa pendampingan.

“Tidak semua konten digital itu buruk, tetapi orangtua harus tahu mana yang bermanfaat dan mana yang hanya membuat anak ketagihan layar,” ujarnya.

Jihan berharap keluarga dapat mulai membangun kebiasaan baru di rumah dengan mengurangi penggunaan gadget berlebihan dan memperbanyak aktivitas interaksi langsung maupun membaca bersama anak. Menurutnya, lingkungan keluarga yang sehat akan membantu anak tumbuh lebih kuat secara emosional dan sosial di tengah derasnya perkembangan teknologi digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....