Bioprospeksi Galing, Peluang Baru Kemandirian Obat Nasional

  • 07 Mei 2026 09:03 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Tanaman merambat yang kerap dianggap gulma di pekarangan rumah ternyata menyimpan potensi besar di bidang kesehatan. Tanaman bernama kini mulai dilirik sebagai bahan baku obat alami berkat kandungan senyawa bioaktif yang dimilikinya.

Galing, yang secara ilmiah dikenal sebagai Causonis trifolia (sebelumnya Cayratia trifolia), telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional di berbagai daerah di Indonesia. Di Jawa, tanaman ini dikenal sebagai galing, sementara di daerah lain memiliki sebutan seperti lambai-lambai, ai lau salak, hingga gumburu rogbo-robo.

“Secara tradisional, galing digunakan untuk mengobati berbagai penyakit, mulai dari bisul, luka, hingga membantu menjaga kadar gula darah. Bahkan, sebagian peternak memanfaatkannya untuk mengobati luka pada ternak serta menenangkan hewan yang stres,” kata Nurul Hidayati Utami, mahasiswa S3 Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang, Kamis (7/5/2026).

Seiring perkembangan penelitian, potensi tanaman ini semakin terungkap. Galing diketahui mengandung senyawa aktif seperti tannin, stilbenes, flavonoid, steroid, dan terpenoid. Kandungan tersebut memiliki efek antioksidan, antiinflamasi, serta antimikroba yang berperan dalam melindungi tubuh dari radikal bebas, peradangan, dan infeksi.

“Sejumlah studi farmakologi juga menunjukkan bahwa manfaat tradisional galing memiliki dasar ilmiah,” ujarnya.

Aktivitas antiinflamasi membantu proses penyembuhan luka, sementara efek antidiabetik berpotensi menurunkan kadar glukosa darah. Selain itu, galing juga memiliki sifat hepatoprotektor yang mampu melindungi organ hati, termasuk dari paparan obat kimia seperti paracetamol dosis tinggi.

“Penelitian terbaru bahkan mengungkap potensi galing sebagai imunomodulator yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Kemampuannya dalam mengurangi stres oksidatif juga membuka peluang pengembangan sebagai agen antikanker,” ungkap Nurul.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, galing dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan menjadi obat herbal terstandar hingga fitofarmaka. Pengembangan ini tidak hanya mendukung kemandirian obat nasional, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui budidaya tanaman yang sebelumnya kurang dimanfaatkan.

Meski demikian, upaya pengembangan perlu diimbangi dengan pelestarian. Keberadaan galing di alam harus tetap dijaga agar pemanfaatannya berkelanjutan.

Galing menjadi salah satu contoh kekayaan hayati Indonesia yang masih menyimpan potensi besar. Dengan pendekatan ilmiah dan pengelolaan yang tepat, tanaman liar ini berpeluang menjadi solusi kesehatan sekaligus sumber kesejahteraan masyarakat.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....