Seminar 5S, Mahasiswa Siap Kerja Global

  • 05 Mei 2026 13:56 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - STIE Malangkucecwara kembali menegaskan arah penguatan kualitas lulusan lewat seminar bertema budaya kerja 5S dan praktik profesional ala Jepang, yang digelar di ruang seminar Gedung H kampus, Selasa 5 Mei 2026. Kegiatan ini dirancang bukan sekadar penyampaian teori, tetapi memberi gambaran nyata standar kerja internasional yang perlu dipahami mahasiswa sejak dini.

Hadir sebagai pembicara, Stefanie Djunian Djaja dari IFECE Indonesia membagikan pengalaman lintas negara yang ia miliki. Ia menekankan bahwa prinsip 5S—yang di Indonesia dikenal sebagai 5R—tidak hanya berlaku di sektor industri, tetapi juga penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Konsep 5R dan Kaizen itu bisa dimulai dari hal kecil dalam keseharian, bukan hanya di tempat kerja,” ujarnya.

Stefanie menjelaskan, kebiasaan sederhana seperti menjaga kerapian, disiplin waktu, hingga konsisten melakukan perbaikan kecil menjadi dasar terbentuknya etos kerja modern. Hal-hal tersebut dinilai krusial untuk membangun karakter sumber daya manusia yang siap bersaing di tingkat global.

Ia juga menyoroti peluang magang ke luar negeri, khususnya Jepang, yang kini semakin terbuka untuk berbagai jurusan. Menurutnya, mahasiswa ekonomi dan akuntansi memiliki kesempatan besar untuk belajar langsung praktik bisnis, manajemen, hingga distribusi di lingkungan kerja internasional.

“Bidang ekonomi dan akuntansi punya ruang belajar luas, mulai dari komunikasi bisnis sampai manajemen operasional di lapangan,” katanya.

Program magang ke Jepang sendiri telah dirintis kampus sejak sebelum pandemi, melalui kerja sama dengan sejumlah institusi di Jepang. Upaya ini menjadi salah satu jalur bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman global secara langsung.

Sementara itu, Kepala Malangkucecwara International Relationship, Dwi Nita Aryani, menyebut kehadiran narasumber berpengalaman internasional memberi nilai tambah bagi mahasiswa dalam memahami dunia kerja.

Ia berharap kegiatan seperti ini mampu membentuk pola pikir mahasiswa agar lebih adaptif dan siap menghadapi persaingan. Menurutnya, dunia kerja saat ini tidak hanya menilai akademik, tetapi juga karakter, disiplin, dan kemampuan berkembang secara berkelanjutan.

Melalui seminar ini, kampus berupaya mendorong mahasiswa tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan budaya kerja yang relevan dengan kebutuhan industri global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....