Wadir Akademik Polinema: Penutupan Prodi Wajar
- 05 Mei 2026 09:50 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Wacana penutupan program studi yang dinilai tidak lagi relevan dengan kebutuhan industri strategis nasional dinilai sebagai hal yang wajar dalam dinamika pendidikan tinggi, selama dilakukan melalui mekanisme yang tepat dan terukur.
Wakil Direktur I Bidang Akademik Politeknik Negeri Malang, Ratih Indri Hapsari, menegaskan bahwa penutupan program studi merupakan bagian dari siklus normal perguruan tinggi.
“Pada dasarnya penutupan prodi itu merupakan hal yang normal atau biasa dilakukan perguruan tinggi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah faktor yang menjadi dasar penutupan program studi, mulai dari sanksi, keputusan internal kampus, hingga tidak terpenuhinya standar nasional pendidikan tinggi.
“Penutupan prodi umumnya didasarkan atas sanksi, keinginan perguruan tinggi sendiri, atau karena tidak memenuhi standar nasional pendidikan tinggi,” jelasnya.
Meski demikian, keputusan tersebut tidak bisa dilakukan secara sembarangan karena harus mempertimbangkan berbagai aspek penting, termasuk kebutuhan industri dan keberlanjutan sumber daya yang ada.
“Penutupan prodi harus mempertimbangkan stakeholders, kelayakan sumber daya, jumlah peminat, serta prospek bidang keilmuan di masa depan,” tegas Ratih.
Selain itu, keberlangsungan mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan juga menjadi perhatian utama dalam setiap kebijakan penutupan program studi.
“Yang perlu kita pikirkan juga bagaimana kelanjutan studi mahasiswa yang sedang kuliah di sana,” tambahnya dalam Dialog Malang Menyapa edisi Senin (4/5/2026).
Menurutnya, kebijakan penataan program studi seharusnya dipahami sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan, bukan sebagai bentuk pengurangan layanan pendidikan.
“Penutupan prodi ini harus dipahami sebagai upaya penataan dan peningkatan kualitas perguruan tinggi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, perguruan tinggi vokasi seperti Polinema terus berkomitmen menjaga relevansi seluruh program studi dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.
“Kami berkomitmen memastikan seluruh prodi tetap relevan dengan kebutuhan industri, perkembangan teknologi, serta pasar kerja yang dinamis,” pungkasnya. (Meuthia)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....