Akreditasi Jadi Isu Krusial di Sarasehan Reformasi Pendidikan Tinggi FISIP UB

  • 04 Mei 2026 22:22 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Isu akreditasi menjadi salah satu kebijakan paling krusial dalam Sarasehan Nasional–Internasional Reformasi Tata Kelola Pendidikan Tinggi di FISIP Universitas Brawijaya. Pembahasan difokuskan pada beban operasional dan sistem penilaian yang dinilai masih memberatkan.

Dekan FISIP Universitas Brawijaya, Dr. Ahmad Imron Rozuli, S.E., M.Si menyampaikan perlunya penyesuaian kebijakan dalam sistem akreditasi. Ia menilai dibutuhkan ruang diskresi agar kebijakan lebih adaptif terhadap kondisi perguruan tinggi.

“Jadi dalam kaitan dengan terutama sebetulnya biaya masalah akreditasi atau dalam operasionalnya ya, yang itu menurut kami perlu ada semacam diskresi,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Ia menegaskan beban akreditasi saat ini perlu dikaji ulang agar tidak memberatkan.

Menurutnya, sistem akreditasi juga perlu dievaluasi dari sisi basis penilaian. Opsi seperti akreditasi berbasis program studi, fakultas, hingga universitas dinilai perlu dipertimbangkan.

“Apakah nanti basisnya tetap prodi misalkan atau basisnya bisa fakultas atau universitas,” katanya.

Namun ia meyakini semua perguruan tinggi memiliki komitmen yang sama dalam meningkatkan kualitas.

Ia menambahkan bahwa proses asesmen seharusnya tidak terlalu kompleks. Penyederhanaan sistem diharapkan dapat tetap menjaga kualitas tanpa membebani institusi pendidikan.

Melalui sarasehan ini, FISIP UB mendorong terbentuknya konsensus sebagai bahan rekomendasi kebijakan. Hasil pembahasan diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemangku kepentingan dalam merumuskan sistem akreditasi yang lebih efektif dan berkeadilan.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....