Perkuat Manajemen Risiko, UB Luncurkan SEMAR

  • 30 Apr 2026 13:11 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Universitas Brawijaya (UB) resmi meluncurkan Sistem Informasi Manajemen Risiko atau SEMAR UB sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola organisasi menuju standar internasional ISO.

Peluncuran sistem ini menjadi bagian dari komitmen UB dalam mengintegrasikan manajemen risiko di seluruh unit kerja, sekaligus menghadirkan sistem pemantauan berbasis dashboard yang terintegrasi.

Rektor UB, Prof. Widodo mengatakan, penerapan manajemen risiko harus menjadi budaya di seluruh lini organisasi kampus.

“Kami ingin seluruh unit di Universitas Brawijaya mengimplementasikan manajemen risiko yang terpantau melalui dashboard. Setiap individu dan unit tidak hanya memahami tugas pokoknya, tetapi juga mampu mengidentifikasi risiko yang mungkin terjadi dan melakukan mitigasi sejak dini,” kata Widodo, Kamis (30/4/2026).

Menurutnya, semakin besar dan kompleks sebuah organisasi, maka pengelolaan risiko menjadi elemen penting dalam menjaga keberlanjutan dan kualitas kinerja.



“Setiap aktivitas, termasuk kegiatan akademik hingga program studi, memiliki potensi risiko yang harus dikelola secara sistematis. Bahkan hingga MWA juga harus membuat mitigasi risiko ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Satuan Reformasi Birokrasi UB, Dr. Ngesti Dwi Prasetyo menjelaskan bahwa SEMAR UB dirancang sebagai alat untuk mengukur dan mengantisipasi ketidakpastian dalam pencapaian target organisasi.

“Manajemen risiko pada dasarnya adalah upaya mengukur kemungkinan ketidakpastian dalam mencapai tujuan UB, mulai dari visi, rencana strategis, hingga indikator kinerja utama. Semua itu harus diidentifikasi risikonya,” jelasnya.

Ia menambahkan, sistem SEMAR UB bekerja melalui tahapan identifikasi, analisis, hingga pemetaan risiko pada setiap unit kerja. Hasilnya akan ditampilkan dalam dashboard yang dapat dipantau langsung oleh pimpinan universitas sebagai sistem peringatan dini (early warning system).

“Melalui dashboard ini, pimpinan dapat melihat risiko mana yang paling sering terjadi atau berpotensi besar, misalnya terkait reputasi atau pengadaan barang dan jasa. Risiko dengan kategori tinggi akan ditandai, sehingga bisa segera diambil kebijakan untuk meminimalkan dampaknya,” paparnya.

Dengan kehadiran SEMAR UB, diharapkan seluruh kebijakan dan program di lingkungan Universitas Brawijaya dapat berjalan lebih terukur, akuntabel, dan adaptif terhadap berbagai potensi risiko.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....