Cerita Najib dan Zaki: Disabilitas Netra Tempuh 80 Km Demi Lolos PTN

  • 24 Apr 2026 10:33 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Jarak sekitar 80 kilometer tak menjadi penghalang bagi dua siswa penyandang disabilitas netra asal Blitar, demi meraih mimpi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri (PTN).

Ahmad Saikun Najib dan Darrel Zaki Atalia, siswa SLB Negeri 1 Kota Blitar, mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026 di Gedung B Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya, Kamis (23/4/2026).

Dengan bantuan alat khusus serta pendamping di ruang ujian, keduanya mampu menyelesaikan seluruh rangkaian soal dengan lancar. Najib mengaku, keinginannya melanjutkan pendidikan didorong oleh tekad untuk membahagiakan orang tua.

“Saya anak tunggal. Saya ingin mendapatkan pekerjaan yang layak agar bisa membahagiakan kedua orang tua,” ujarnya.

Ia berharap dapat lolos SNBT dan diterima di kampus pilihannya, yakni Universitas Negeri Malang dan Universitas Negeri Surabaya.

“Saya berharap bisa diterima dan menginspirasi orang tua, guru, serta adik kelas saya,” tambahnya.

Dalam persiapannya menghadapi UTBK, Najib mendapat pendampingan dari sekolah. Ia juga berinisiatif belajar mandiri melalui berbagai sumber, seperti video pembelajaran dan diskusi dengan teman.

Sementara itu, Darrel Zaki Atalia mengaku sempat merasa gugup saat awal mengerjakan soal, namun mampu menyelesaikannya dengan baik.

“Awalnya sempat deg-degan, tapi setelah itu bisa lancar sampai selesai,” ungkapnya.

Zaki juga menilai fasilitas dan pelayanan selama pelaksanaan UTBK cukup baik, termasuk penggunaan alat bantu yang memudahkan peserta disabilitas netra dalam mengerjakan soal secara mandiri.

“Dengan alat bantu itu, kami bisa mengerjakan soal secara mandiri,” katanya.

FISIP Universitas Brawijaya menjadi salah satu lokasi pelaksanaan UTBK bagi peserta penyandang disabilitas. Sebelumnya, pada Selasa (21/4/2026), tujuh peserta disabilitas lain seperti tuli dan daksa juga mengikuti ujian di lokasi yang sama. Dua peserta disabilitas netra kemudian mengikuti ujian pada Kamis (23/4/2026).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....