Unisma Raih Hibah Riset Internasional, Kembangkan Model Pendidikan Inklusif
- 17 Apr 2026 10:00 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Universitas Islam Malang (Unisma) berhasil meraih hibah riset dari program KONEKSI (Knowledge Partnership Platform Australia–Indonesia). Pendanaan ini akan digunakan untuk mengembangkan model pembelajaran transformatif yang inklusif dan berbasis konteks lokal di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.
Riset bertajuk “Transformatif Learning in NTB: A Project-Based Collaborative Model for Primary Education Grounded in Lumbung Commoning”ini berlangsung selama satu tahun, mulai Maret 2026 hingga Maret 2027.
Penelitian tersebut melibatkan kolaborasi antara UNISMA, Charles Darwin University (Australia), PW LP Ma’arif NTB, serta Isnawadi NTB. Sinergi ini menggabungkan keunggulan akademik, pengalaman lapangan, serta perspektif global dan lokal untuk menghasilkan luaran riset yang aplikatif.
Ketua tim peneliti, Dr. Muhammad Yunus, M.Pd., menjelaskan bahwa penelitian ini mengusung pendekatan berbasis komunitas dengan mengedepankan prinsip Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI).
Riset bertajuk “Transformatif Learning in NTB: A Project-Based Collaborative Model for Primary Education Grounded in Lumbung Commoning”ini berlangsung selama satu tahun, mulai Maret 2026 hingga Maret 2027.
Penelitian tersebut melibatkan kolaborasi antara UNISMA, Charles Darwin University (Australia), PW LP Ma’arif NTB, serta Isnawadi NTB. Sinergi ini menggabungkan keunggulan akademik, pengalaman lapangan, serta perspektif global dan lokal untuk menghasilkan luaran riset yang aplikatif.
Ketua tim peneliti, Dr. Muhammad Yunus, M.Pd., menjelaskan bahwa penelitian ini mengusung pendekatan berbasis komunitas dengan mengedepankan prinsip Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI).
“Fokusnya adalah menciptakan model pembelajaran inklusif yang mampu menjawab kebutuhan siswa, khususnya kelompok rentan seperti perempuan dan penyandang disabilitas,” katanya, Jumat (17/4/2026).
Ia berharap riset ini dapat menghasilkan model pembelajaran yang inklusif dan kontekstual, sekaligus menjadi referensi dalam penguatan kebijakan pendidikan di tingkat daerah maupun nasional.
Ia berharap riset ini dapat menghasilkan model pembelajaran yang inklusif dan kontekstual, sekaligus menjadi referensi dalam penguatan kebijakan pendidikan di tingkat daerah maupun nasional.
Tim peneliti terdiri dari delapan akademisi lintas disiplin, yakni Zobi Mazhabi, Ph.D., Dr. Ari Ambarwati, M.Pd., Dr. Durrotun Nasihah, M.A., Dr. Imam Wahyudi Karimullah, M.A., Dr. Hamiddin, M.Pd., Prof. Dr. Ir. Mahayu Woro Lestari, MP., serta Dr. Siti Asmaniah Masdiyani, M.P.
“Pendekatan interdisipliner ini diharapkan mampu memperkuat kualitas riset dan dampaknya di masyarakat,” ungkapnya.
Selain melibatkan akademisi, penelitian ini juga menggandeng budayawan, tokoh agama, aktivis perempuan, serta orang tua siswa, guna memastikan implementasi program berjalan sesuai dengan kebutuhan lokal.
Pelaksanaan riset ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, sebagai bentuk komitmen dalam mendorong inovasi pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Rektor Unisma, Prof. Junaidi menyebut bahwa capaian ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi kampus di kancah global.
“Ini merupakan bukti komitmen Unisma dalam mengembangkan riset bereputasi internasional sekaligus memperkuat langkah menuju world class university. Kolaborasi global menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas akademik dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Melalui program ini, UNISMA tidak hanya menargetkan publikasi ilmiah, tetapi juga menghasilkan rekomendasi kebijakan, model praktik baik, serta penguatan kapasitas pemangku kepentingan di tingkat lokal hingga internasional, termasuk diseminasi di Australia dan Brunei Darussalam.
Sebagai informasi, KONEKSI merupakan program kemitraan pengetahuan antara Australia dan Indonesia yang bertujuan memperkuat kolaborasi riset dan inovasi guna mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Selain melibatkan akademisi, penelitian ini juga menggandeng budayawan, tokoh agama, aktivis perempuan, serta orang tua siswa, guna memastikan implementasi program berjalan sesuai dengan kebutuhan lokal.
Pelaksanaan riset ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, sebagai bentuk komitmen dalam mendorong inovasi pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Rektor Unisma, Prof. Junaidi menyebut bahwa capaian ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi kampus di kancah global.
“Ini merupakan bukti komitmen Unisma dalam mengembangkan riset bereputasi internasional sekaligus memperkuat langkah menuju world class university. Kolaborasi global menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas akademik dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Melalui program ini, UNISMA tidak hanya menargetkan publikasi ilmiah, tetapi juga menghasilkan rekomendasi kebijakan, model praktik baik, serta penguatan kapasitas pemangku kepentingan di tingkat lokal hingga internasional, termasuk diseminasi di Australia dan Brunei Darussalam.
Sebagai informasi, KONEKSI merupakan program kemitraan pengetahuan antara Australia dan Indonesia yang bertujuan memperkuat kolaborasi riset dan inovasi guna mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....