Mahasiswa Diminta Gunakan AI Secara Produktif

  • 14 Apr 2026 19:27 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Penggunaan kecerdasan buatan yang semakin masif mendorong perlunya edukasi agar teknologi ini dimanfaatkan secara tepat. Hal tersebut disampaikan Consumer Business Leader NVIDIA Indonesia, Adrian Lesmono di sela kuliah tamu bertema “NVIDIA Powers The World AI and Yours” di Auditorium Universitas Brawijaya (UB), Selasa (14/4/2026).

Menurut Adrian, masih banyak pengguna yang keliru memanfaatkan AI, terutama dengan menjadikannya sekadar jalan pintas tanpa proses berpikir.

“Penggunaan AI sebagai shortcut itu yang sering membuat orang salah. Mereka cenderung hanya copy-paste tanpa benar-benar memahami prosesnya,” kata Andrian.

Ia menjelaskan, pemanfaatan AI yang tepat seharusnya berfokus pada peningkatan produktivitas. Dengan AI, pekerjaan yang bersifat rutin dapat diselesaikan lebih cepat, sehingga pengguna dapat lebih fokus pada analisis dan pengambilan keputusan.

“AI bisa membantu menghemat waktu untuk pekerjaan rutin dan membuat analisis lebih akurat. Ini yang seharusnya dimanfaatkan,” jelasnya.

Lebih jauh, Adrian menekankan bahwa AI idealnya digunakan sebagai alat pemecah masalah. Artinya, pengguna harus berangkat dari persoalan yang ingin diselesaikan, bukan sekadar menggunakan teknologi tanpa tujuan jelas.

“Gunakan AI untuk menyelesaikan masalah nyata, misalnya bagaimana meningkatkan efisiensi produksi atau menekan biaya, tanpa menghilangkan orisinalitas karya,” tegasnya.




Di sisi lain, ia mengakui bahwa perkembangan AI yang semakin canggih membuat masyarakat sulit membedakan antara konten asli dan hasil rekayasa AI. Karena itu, edukasi menjadi kunci utama untuk meningkatkan literasi digital.

“Kami mengadakan kegiatan seperti ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya mahasiswa, tentang cara menggunakan AI secara tepat dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Adrian menambahkan, NVIDIA selama ini juga aktif melakukan edukasi melalui berbagai kegiatan, termasuk seminar teknologi. Namun, fokus utama saat ini diarahkan ke lingkungan kampus karena mahasiswa dinilai memiliki potensi besar dalam pemanfaatan AI secara produktif.

“Mahasiswa adalah pengguna yang strategis. Mereka bisa belajar lebih efisien, lalu saat lulus dapat memanfaatkan AI untuk menciptakan solusi di dunia kerja,” tandasnya.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....