UM Buka Jalur Mandiri Berbasis Komputer, Perluas Akses tanpa Harus Datang ke Malang
- 13 Apr 2026 11:01 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Universitas Negeri Malang (UM) masih menggelar seleksi mandiri penerimaan mahasiswa baru dengan sistem tes berbasis komputer (TMBK) yang dapat diikuti calon mahasiswa dari berbagai daerah tanpa harus datang langsung ke kampus.
Wakil Rektor Bidang Akademik UM, Prof. Ibrahim Bafadal mengatakan, pelaksanaan tes mandiri tersebar di sejumlah kota seperti Balikpapan, Jakarta, dan Bandung. Langkah ini dilakukan untuk memudahkan akses peserta yang berasal dari luar Malang.
“Tes mandiri berbasis komputer ini kami selenggarakan di beberapa daerah agar calon mahasiswa tidak perlu datang jauh-jauh ke Malang. Pendaftaran dilakukan secara online, sementara ujian bisa diikuti di lokasi terdekat,” kata Prof. Ibrahim, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, jalur mandiri ini diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang belum lolos melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Wakil Rektor Bidang Akademik UM, Prof. Ibrahim Bafadal mengatakan, pelaksanaan tes mandiri tersebar di sejumlah kota seperti Balikpapan, Jakarta, dan Bandung. Langkah ini dilakukan untuk memudahkan akses peserta yang berasal dari luar Malang.
“Tes mandiri berbasis komputer ini kami selenggarakan di beberapa daerah agar calon mahasiswa tidak perlu datang jauh-jauh ke Malang. Pendaftaran dilakukan secara online, sementara ujian bisa diikuti di lokasi terdekat,” kata Prof. Ibrahim, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, jalur mandiri ini diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang belum lolos melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
"Tetapi pelaksanaannya tetap mengacu pada ketentuan pemerintah," ujarnya.
Ia menegaskan, kuota jalur mandiri tidak boleh melebihi 50 persen dari total penerimaan mahasiswa baru. Di UM sendiri, porsi jalur mandiri ditetapkan sebesar 49 persen.
“Ini sudah diatur, jalur mandiri maksimal 50 persen. Di UM kami tetapkan 49 persen, sementara sisanya untuk SNBP dan SNBT,” jelasnya.
Kebijakan pembatasan tersebut, lanjut Ibrahim, bertujuan menjaga akses pendidikan tinggi tetap terbuka bagi masyarakat kurang mampu. Pemerintah mendorong agar jalur nasional tetap menjadi prioritas utama karena lebih terjangkau.
“Kalau jalur mandiri terlalu besar, dikhawatirkan justru memberatkan masyarakat yang kurang mampu. Karena itu pemerintah mengatur agar porsi SNBP dan SNBT tetap dominan,” katanya.
Selain itu, perguruan tinggi juga didorong untuk lebih kreatif dalam menyediakan beasiswa. Hal ini penting agar calon mahasiswa yang memiliki potensi akademik, tetapi terkendala biaya, tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri.
“Setiap kampus diminta mencari sumber pendanaan untuk beasiswa, sehingga anak-anak yang tidak mampu tetap punya peluang masuk perguruan tinggi,” imbuhnya.
Untuk tahun akademik 2026, UM menyediakan total daya tampung sekitar 15 ribu mahasiswa untuk seluruh jenjang. Khusus jenjang D4 dan S1, jumlahnya mencapai 13.101 kursi yang akan dibagi sesuai proporsi jalur seleksi.
Ia menegaskan, kuota jalur mandiri tidak boleh melebihi 50 persen dari total penerimaan mahasiswa baru. Di UM sendiri, porsi jalur mandiri ditetapkan sebesar 49 persen.
“Ini sudah diatur, jalur mandiri maksimal 50 persen. Di UM kami tetapkan 49 persen, sementara sisanya untuk SNBP dan SNBT,” jelasnya.
Kebijakan pembatasan tersebut, lanjut Ibrahim, bertujuan menjaga akses pendidikan tinggi tetap terbuka bagi masyarakat kurang mampu. Pemerintah mendorong agar jalur nasional tetap menjadi prioritas utama karena lebih terjangkau.
“Kalau jalur mandiri terlalu besar, dikhawatirkan justru memberatkan masyarakat yang kurang mampu. Karena itu pemerintah mengatur agar porsi SNBP dan SNBT tetap dominan,” katanya.
Selain itu, perguruan tinggi juga didorong untuk lebih kreatif dalam menyediakan beasiswa. Hal ini penting agar calon mahasiswa yang memiliki potensi akademik, tetapi terkendala biaya, tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri.
“Setiap kampus diminta mencari sumber pendanaan untuk beasiswa, sehingga anak-anak yang tidak mampu tetap punya peluang masuk perguruan tinggi,” imbuhnya.
Untuk tahun akademik 2026, UM menyediakan total daya tampung sekitar 15 ribu mahasiswa untuk seluruh jenjang. Khusus jenjang D4 dan S1, jumlahnya mencapai 13.101 kursi yang akan dibagi sesuai proporsi jalur seleksi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....