Tim Mahasiswa Malang Raih Juara 2 International Student Summit

  • 10 Apr 2026 17:54 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang: Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Malang (UM) berhasil menorehkan prestasi di tingkat internasional. Bima, mahasiswa semester 4, bersama timnya meraih juara dua dalam ajang International Student Summit (ISS) 2026 yang digelar di Malaysia.

Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan Universiti Sains Islam Malaysia serta University of Technology Malaysia. Ajang ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk mempresentasikan karya ilmiah dan poster penelitian.

Bima menjelaskan kepada RRI, timnya mengikuti kategori Scientific Innovation (SI) dengan mengangkat isu stunting yang masih menjadi permasalahan kesehatan di Indonesia. Mereka mengembangkan inovasi berbasis pangan dengan memanfaatkan labu kabocha, varietas labu asal Jepang yang memiliki kandungan beta karoten dan protein cukup tinggi.

“Kami mencoba mengkolaborasikan ilmu kesehatan masyarakat dengan pertanian. Labu kabocha dipilih karena kandungan gizinya tinggi dan berpotensi membantu mengatasi masalah gizi,” jelasnya, Jumat (10/4/2026)

Tim tersebut terdiri dari lima orang mahasiswa dari dua institusi berbeda, yakni Universitas Negeri Malang dan Universitas Brawijaya. Mereka adalah Bima Sutan Putra Bahari, Siti Sartika Sari, Prabowo Evan Widodo, Lia Anggraini Kusuma Wardani, serta Yurisa Dwi Ramadhani. Kolaborasi lintas bidang ini memungkinkan mereka menggabungkan pendekatan kesehatan masyarakat dengan inovasi pangan dari sisi pertanian.

Proses mengikuti kompetisi ini juga tidak singkat. Bima menyebutkan bahwa timnya mempersiapkan karya ilmiah tersebut selama beberapa bulan, mulai dari penentuan topik, penyusunan konsep, hingga pembuatan poster dan prototipe untuk dipresentasikan dalam ajang tersebut.

“Tantangannya cukup banyak, terutama karena kami berasal dari institusi yang berbeda sehingga harus menyesuaikan jadwal untuk berdiskusi. Tapi justru dari situ kami belajar tentang kerja tim dan bagaimana menyatukan berbagai ide,” ungkapnya.

Kompetisi yang berlangsung selama beberapa hari itu diikuti peserta dari berbagai negara, seperti Malaysia, Filipina, Mongolia, dan beberapa negara lainnya. Para peserta mempresentasikan karya mereka di hadapan juri serta mengikuti rangkaian kegiatan akademik dan kunjungan lapangan yang menjadi bagian dari acara.

Bima mengaku pengalaman mengikuti kompetisi internasional ini menjadi momen berharga bagi dirinya dan tim. Selain dapat mempresentasikan ide di forum internasional, mereka juga berkesempatan bertukar gagasan dengan mahasiswa dari berbagai negara.

“Awalnya kami hanya ingin mencoba. Prosesnya panjang dari pengumpulan karya hingga presentasi di Malaysia, tetapi akhirnya bisa meraih juara dua. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami,” ujarnya.

Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berani mengikuti kompetisi di tingkat nasional maupun internasional.

“Semoga ke depan semakin banyak mahasiswa yang berani mencoba dan mengembangkan ide-ide inovatif, terutama yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....