Delegasi UITM Malaysia Kagumi Pendidikan MI BAIPAS Malang

  • 01 Apr 2026 20:28 WIB
  •  Malang
RRI. CO. ID, Malamg - Delegasi dari University Tehnologi MARA ( UITM) Malaysia berkunjung kesejumlah Lembaga Pendidikan di Malang termasuk di Madrasah Ibtidaiyah ( MI) MI BAIPAS Kota Malang Rabu 1 April 2026.

Salah satu perwakilan Prof Salahuddin, menyampaikan kekagumannya terhadap pesatnya perkembangan pendidikan di Kota Malang, khususnya dalam penguatan pendidikan akademik dan keagamaan. Ia menilai, MI BAIPAS memiliki potensi besar dalam pengembangan sistem pendidikan terpadu.

“Kami melihat sekolah ini mempunyai potensi yang sangat-sangat besar dan luar biasa. Walaupun baru berusia sembilan tahun, tetapi sudah mampu memiliki lebih dari 160 santri dan hampir 30 tenaga pengajar,” ungkapnya.

Menurutnya, konsep full day school yang diterapkan, dengan kombinasi pelajaran akademik dan pendidikan agama, sejalan dengan sistem yang telah berkembang juga di Malaysia.

“Di Malaysia, sekolah seperti ini sudah banyak. Dari pagi hingga petang, pelajar mempelajari akademik seperti sains dan matematika, dan pada waktu petang fokus pada pelajaran diniyah,” jelasnya.

Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di bidang pendidikan, Prof Salahuddin menilai perkembangan lembaga tersebut sangat positif dan berpotensi menjadi sekolah pilihan masyarakat.

“Melalui kegiatan dengan pihak sekolah, terlihat bahwa institusi ini menjadi pilihan ibu bapak di sekitar untuk pendidikan anak-anak mereka. Ini satu perkembangan yang sangat baik,” katanya.

Kedepan, UITM membuka peluang kerja sama dengan lembaga pendidikan di Malang, khususnya dalam pertukaran pengalaman dan penguatan program pendidikan Islam.

“Insya Allah, kita boleh bertukar pengalaman dalam pendidikan sekolah rendah dan program diploma pendidikan Islam, agar kita sama-sama memajukan anak bangsa,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Indonesia dan Malaysia sebagai negara serumpun dengan mayoritas penduduk Muslim.

“Indonesia dan Malaysia satu rumpun Melayu Muslim. Kita kembali kepada asas Islam itu sendiri,” pungkasnya.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....