Daur Ulang Limbah Plastik, Mahasiswa FILKOM UB Raih Juara Internasional

  • 21 Mar 2026 06:24 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Brawijaya (UB) menorehkan prestasi di tingkat internasional. Mereka adalah Muhammad Alhafiz Arya Wardhana yang meraih Juara 3 dalam ajang International Project Innovation Competition yang digelar di Istanbul, Turki, Jumat (13/2/2026) lalu.


Kompetisi tersebut mempertemukan peserta dari berbagai negara untuk mempresentasikan inovasi dalam menjawab permasalahan global. Dalam ajang ini, Arya berkolaborasi dengan Malikha Haula Karimah dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung serta Khikmatillo Nematov dari Uzbekistan.

Tim ini mengusung inovasi bertajuk PROBAPLAS (Prosthetic from Plastic Waste), yaitu pemanfaatan limbah plastik jenis HDPE seperti tutup botol dan jerigen bekas sebagai bahan baku pembuatan socket prostetik.

“PROBAPLAS berfokus pada pemanfaatan limbah plastik HDPE untuk menghasilkan komponen utama prostetik dengan biaya lebih terjangkau,” ujar Arya.

Ia menjelaskan, inovasi tersebut berangkat dari dua permasalahan utama, yakni keterbatasan akses alat bantu prostetik yang masih mahal dan ketergantungan bahan baku impor, serta tingginya limbah plastik yang sulit terurai dan mencemari lingkungan.

Berdasarkan hasil riset tim, material HDPE daur ulang yang digunakan memiliki kekuatan tarik sesuai standar minimum material prostetik, yakni sekitar 26–33 MPa. Selain itu, penggunaan bahan daur ulang mampu menekan biaya produksi hingga sekitar 2 dolar AS atau setara Rp35 ribu per unit.

“Inovasi ini diharapkan dapat menjawab persoalan akses alat bantu bagi penyandang disabilitas sekaligus mengurangi limbah plastik,” jelasnya.

Selain aspek material, tim juga mengembangkan sistem berbasis circular economy melalui platform digital bernama Eco Hero. Program ini mengintegrasikan konsep bank sampah berbasis gamifikasi, di mana masyarakat dapat menyetor limbah plastik dan memperoleh poin yang dapat dikonversi menjadi nilai ekonomi.

“Proyek ini tidak berhenti pada tahap riset, tetapi mulai diimplementasikan melalui kolaborasi dengan mitra prostetik dan komunitas pemberdayaan disabilitas. Beberapa produk prostetik juga telah disalurkan kepada pihak yang membutuhkan,” katanya.

Dosen pembimbing, Dr. Maurish Sofie Rahmi Batita, S.Pd., M.Ed., menilai inovasi tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut.

“Ide dan prototipe yang dikembangkan tidak hanya bermanfaat bagi penyandang disabilitas, tetapi juga mendukung upaya pelestarian lingkungan,” ujarnya.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....