Kei Delilah Ceritakan Pengalaman Berkesan saat Pertukaran Pelajar dI Jepang

  • 09 Mar 2026 08:58 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID : Program pertukaran pelajar jadi salah satu kesempatan berharga bagi Kei Delilah, siswi SMA National Leader School College Malang untuk merasakan pengalaman belajar ke Jepang. Ia mengatakan bahwa keikutsertaannya dalam program ini berawal dari keinginannya mencari informasi mengenai beasiswa luar negeri. Saat mencari referensi, ia menemukan terdapat program pertukaran pelajar yang ditujukan untuk siswa SMA. Hingga ia pun mencoba mendaftar.

“Untuk mendapatkan kesempatan pertukaran pelajar ini, saya harus melalui beberapa tahapan seleksi. Salah satunya adalah menulis essay tentang diri sendiri serta alasan mengapa ingin mengikuti program ini. Disini aku menulis berbagai kegiatan aku di Indonesia yang berhubungan dengan jejepangan, seperti bandku, cosplay dsb,” jelasnya, Senin (9/3/2026).

Selama di Jepang, ia tinggal dan bersekolah di sekolah lokal selama sekitar empat bulan. Ia mengikuti pelajaran setara dengan kelas 1 SMA di Indoneisa. Salah satu tantangan yang ia sempat rasakan adalah penggunaan bahasa Jepang dalam kehidupan sehari-hari.

“Awalnya saya belajar bahasa Jepang di tempat kursus. Bahasa yang diajarkan adalah bahasa yang bisa dikatakan formal. Ketika sampai di Jepang dan harus langsung berbicara dengan orang asli Jepang, rasanya cukup menegangkan awal-awal. Tapi lama kelamaan aku sudah mulai terbiasa karena teman-temanku disana mengajariku bahasa Jepang secara mendalam,” imbuhnya.

Selain bahasa, ia juga menemukan berbagai perbedaan budaya di sekolah Jepang. Salah satu yang membuatnya terkesan adalah kebiasaan siswa yang ikut bertanggung jawab untuk menjaga kebersihan sekolah. Para siswa secara bergantian membersihkan kelas hingga toilet tanpa bantuan petugas kebersihan.

Tidak hanya itu, sistem belajar di Jepang juga memiliki pola berbeda. Mereka memulai belajar jam 9 pagi, dan setiap pergantian pelajarannya diselingi waktu 10 menit untuk beristirahat agar kembali fokus belajar. Saat sekolah telah selesai mereka bahkan masih bisa melanjutkan belajar dan mengerjakan tugas hingga dini hari. Selain kegiatan akademik, banyak siswa juga aktif mengikuti ‘school club’ atau kegiatan ekstrakulikeler.

Di Jepang pun, Kei mengaku mendapat banyak pelajaran, terutama mengenai disiplin, tanggung jawab dan menghargai orang lain. Ia mengagumi masyarakat Jepang yang mampu menjaga tradisi walaupun sudah berkembang menjadi negeri yang modern.

“saya juga mengagumi orang Jepang yang berusaha untuk tidak merepotkan orang lain dan sangat menghargai orang sekitar,” tuturnya.

Saat ini, ia masih belajar bahasa Jepang dan masih menggeluti berbagai kegiatan yang berhubungan dengan budaya Jepang. Kedepan ia ingin berkuliah di Kyoto University.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....