Luluskan 581 Mahasiswa, Wisuda ke-78 Unisma Sarat Nuansa Spiritual

  • 13 Feb 2026 12:58 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Universitas Islam Malang (Unisma) mengukuhkan 581 lulusan pada Rapat Terbuka Senat dalam rangka Wisuda Periode ke-78 yang digelar Sabtu, 14 Februari 2026. Dari jumlah tersebut, lima diantaranya merupakan mahasiswa asing asal Timor Leste.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Unisma, dr. Erna Sulistyowati, M.Kes., Ph.D., menjelaskan bahwa wisuda periode ini memiliki nuansa berbeda dibandingkan sebelumnya. Pelaksanaan wisuda berdekatan dengan momentum Haul Akbar ke-44 pendiri UNISMA yang berlangsung pada 10–11 Februari 2026, serta rangkaian mujahadah kubro menyambut satu abad Nahdlatul Ulama pada 8 Februari 2026.

“Nuansa spiritual sangat kental. Para wisudawan menjadi lulusan pertama yang dikukuhkan setelah capaian gemilang Unisma di awal tahun 2026,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).

Berdasarkan rilis Webometrics Januari 2026, Unisma dinobatkan sebagai Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) Terbaik Peringkat 1 se-Indonesia dan menempati peringkat 12 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) nasional. Menurut Erna, capaian tersebut menjadi penanda fase transformasi kampus dari tahap “Melompat” menuju “Terbang Melesat” dengan target konkret menuju World Class University.

Momentum wisuda kali ini juga direncanakan dihadiri Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, sebagai bentuk komitmen kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Unisma dalam pembangunan daerah. Kehadiran gubernur sekaligus dirangkai dengan penandatanganan kerja sama strategis antara Pemprov Jatim dan Unisma

Erna menyampaikan pesan khusus kepada para wisudawan agar tidak hanya mengandalkan kecerdasan akademik, tetapi juga menjaga karakter Aswaja An-Nahdliyah yang telah ditempa selama menempuh pendidikan.

“Dunia menanti bukan hanya kepintaran kalian, tetapi juga akhlak dan integritas. Jadilah solusi bagi permasalahan umat dan pemimpin yang berkarakter. Ilmu bukan untuk kesombongan, tetapi untuk kemaslahatan,” pesannya.

Menurutnya, lulusan Unisma memiliki keunggulan pada keseimbangan intelektual dan spiritual. Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, lulusan Unisma dibekali kecerdasan spiritual, empati, serta kebijaksanaan yang tidak dapat digantikan mesin.

Tak hanya itu, pihaknya juga mendorong hilirisasi riset mahasiswa melalui tiga klaster utama, yakni kesehatan dan obat herbal berbasis kearifan lokal, ketahanan pangan dan smart farming, serta teknologi tepat guna dan energi terbarukan (green technology). Sejumlah riset mahasiswa telah memasuki tahap uji klinis, pendaftaran hak kekayaan intelektual, hingga inkubasi industri.

“Kami ingin membuktikan bahwa lulusan Unisma bukan hanya pencari kerja, tetapi inovator yang karyanya dirasakan masyarakat. Riset yang membumi, inovasi yang melangit,” tegas Erna.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....