UB Siap Angkat Budaya Lokal Blora ke Level Global melalui UNESCO

  • 12 Feb 2026 21:15 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Universitas Brawijaya (UB) terus memperkuat kolaborasi strategis dengan Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Internasionalisasi UB, Prof. Andi Kurniawan menegaskan bahwa Blora merupakan mitra strategis yang telah lama menjalin berbagai kerja sama lintas bidang dengan UB.

“Seperti yang disampaikan Pak Bupati, Kabupaten Blora adalah mitra strategis UB. Sudah banyak kerja sama yang dilakukan, mulai dari pendampingan administrasi pemerintahan seperti SAKIP melalui FIA dan FISIP, kerja sama di bidang pertanian melalui Fakultas Pertanian, hingga sekarang berkembang ke arah budaya dan pariwisata,” kata Prof. Andi di sela pertemuan dengan Bupati Blora Arief Rohman di FIB UB, Kamis (12/2/2026).

Menurutnya, penguatan sektor budaya ini akan disinergikan melalui Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dengan memanfaatkan posisi UB sebagai International Workstation UNESCO. UB sendiri telah menjadi bagian dari UNESCO Chair yang diketuai oleh Peking University untuk bidang industri kreatif dan pembangunan berkelanjutan (creative industry and sustainable development).

“Di dalam UNESCO Chair tersebut, UB menjadi anggota sekaligus ditetapkan sebagai International Workstation. Salah satu programnya adalah menggali potensi budaya di Indonesia untuk dikembangkan menjadi industri kreatif yang mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya di wilayah pedesaan,” jelasnya.

Prof. Andi menambahkan, kunjungan Bupati Blora ke UB menjadi momentum penting untuk mengisi program global tersebut. Blora bahkan menjadi daerah pertama yang masuk dalam agenda kegiatan International Workstation UB di level internasional sejak diresmikan pada 2025.

UB sendiri telah merintis kerja sama ini sejak tiga tahun lalu, sebelum akhirnya secara resmi diinaugurasi sebagai International Workstation UNESCO pada 2025. Melalui FIB, UB juga telah membuka Rumah Budaya Indonesia di Tiongkok serta menyelenggarakan uji kompetensi Bahasa Indonesia di negara tersebut. Konten yang diangkat dalam program itu mencakup kekayaan budaya Indonesia.

“Kami berharap, melalui kerja sama ini, konten tentang kekayaan budaya Blora bisa diperkenalkan di Tiongkok. Selain memperkuat identitas budaya Blora, ini juga sekaligus mengangkat citra Indonesia secara umum di tingkat internasional,” kata Prof. Andi.

Ia mencontohkan bagaimana kesenian Reog mampu mendunia. Menurutnya, bukan tidak mungkin kesenian khas Blora seperti Barongan juga dapat dikenal luas di panggung global jika dikemas secara kreatif dan terintegrasi dalam jejaring internasional.

“Kalau Reog bisa mendunia, kenapa Blora tidak bisa dengan Barongan?” ungkapnya.

Selain sektor budaya, kerja sama UB dan Blora juga akan terus diperkuat di bidang pertanian, migas, tata kelola pemerintahan (good governance), serta pengembangan sumber daya manusia (SDM). Dalam pertemuan tersebut juga dibahas rencana peningkatan kapasitas SDM Blora, baik melalui pendidikan bagi putra-putri daerah maupun peningkatan kompetensi aparatur pemerintah daerah.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....