Pemkab Blora Gandeng UB, Kembangkan Budaya Lokal menuju Internasional
- 12 Feb 2026 20:51 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora menggandeng Universitas Brawijaya (UB) sebagai mitra strategis dalam pengembangan potensi daerah, khususnya di sektor kebudayaan. Hal tersebut disampaikan Bupati Blora, Arief Rohman, saat melakukan kunjungan ke Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UB, Kamis (12/2/2026).
Arief mengatakan, UB selama ini telah menjadi mitra strategis Pemkab Blora dalam pengembangan sumber daya manusia dan sektor lainnya, termasuk pertanian. Pada kunjungan kali ini, fokus kerja sama diarahkan pada penguatan dan eksplorasi potensi budaya lokal.
“Kami ingin didampingi UB untuk mengeksplorasi potensi budaya yang ada di Kabupaten Blora. Di sana ada Samin, Barongan, Ketoprak, Tayub, serta berbagai khazanah kesenian lainnya yang ingin kami angkat agar bisa go internasional,” ujarnya.
Pemkab Blora berharap pendampingan akademik dari UB dapat membantu proses kurasi dan pengembangan budaya secara lebih terarah dan profesional, termasuk membuka peluang agar salah satu warisan budaya tersebut dapat diusulkan masuk dalam pengakuan UNESCO.
“Kami ingin ada event bersama antara Pemkab Blora dan UB untuk mengangkat potensi budaya tersebut. Harapannya, ini bisa menggerakkan ekonomi dan ekosistem kebudayaan sekaligus mendorong lahirnya kreativitas baru yang mengangkat nama Blora,” tambahnya.
Arief mencontohkan seni Barongan yang telah mengakar ratusan tahun di Blora dan masih aktif dipentaskan di desa-desa maupun sekolah. Selain itu, ajaran Samin juga menjadi kekayaan budaya yang unik dan potensial untuk dikembangkan.
“Mana yang paling layak untuk diangkat tentu harus dikurasi oleh ahlinya. Karena itu, kami akan mengundang UB ke Blora untuk melihat langsung dan menentukan prioritas pengembangan,” jelasnya.
Selain seni pertunjukan, Blora juga memiliki potensi gastronomi seperti sate Blora, pecel Blora, soto Blora, dan kuliner khas lainnya yang dinilai layak dipromosikan melalui festival dan berbagai event kolaboratif.
Arief menambahkan, sinergi ini didukung jejaring kerja sama yang telah terbangun. Blora sebagai daerah penghasil gas dengan keberadaan Pertamina dinilai memiliki modal strategis untuk memperkuat ekosistem pembangunan berbasis kolaborasi.
Arief mengatakan, UB selama ini telah menjadi mitra strategis Pemkab Blora dalam pengembangan sumber daya manusia dan sektor lainnya, termasuk pertanian. Pada kunjungan kali ini, fokus kerja sama diarahkan pada penguatan dan eksplorasi potensi budaya lokal.
“Kami ingin didampingi UB untuk mengeksplorasi potensi budaya yang ada di Kabupaten Blora. Di sana ada Samin, Barongan, Ketoprak, Tayub, serta berbagai khazanah kesenian lainnya yang ingin kami angkat agar bisa go internasional,” ujarnya.
Pemkab Blora berharap pendampingan akademik dari UB dapat membantu proses kurasi dan pengembangan budaya secara lebih terarah dan profesional, termasuk membuka peluang agar salah satu warisan budaya tersebut dapat diusulkan masuk dalam pengakuan UNESCO.
“Kami ingin ada event bersama antara Pemkab Blora dan UB untuk mengangkat potensi budaya tersebut. Harapannya, ini bisa menggerakkan ekonomi dan ekosistem kebudayaan sekaligus mendorong lahirnya kreativitas baru yang mengangkat nama Blora,” tambahnya.
Arief mencontohkan seni Barongan yang telah mengakar ratusan tahun di Blora dan masih aktif dipentaskan di desa-desa maupun sekolah. Selain itu, ajaran Samin juga menjadi kekayaan budaya yang unik dan potensial untuk dikembangkan.
“Mana yang paling layak untuk diangkat tentu harus dikurasi oleh ahlinya. Karena itu, kami akan mengundang UB ke Blora untuk melihat langsung dan menentukan prioritas pengembangan,” jelasnya.
Selain seni pertunjukan, Blora juga memiliki potensi gastronomi seperti sate Blora, pecel Blora, soto Blora, dan kuliner khas lainnya yang dinilai layak dipromosikan melalui festival dan berbagai event kolaboratif.
Arief menambahkan, sinergi ini didukung jejaring kerja sama yang telah terbangun. Blora sebagai daerah penghasil gas dengan keberadaan Pertamina dinilai memiliki modal strategis untuk memperkuat ekosistem pembangunan berbasis kolaborasi.
“Kami yakin sinergi dengan UB bisa mewujudkan pengembangan budaya yang berdampak ekonomi sekaligus memperkuat identitas daerah,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....