FTAB UB Perluas Cakupan Keilmuan Agroindustri dan Biosistem

  • 27 Jan 2026 14:11 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) resmi bertransformasi menjadi Fakultas Agroindustri dan Biosistem (FTAB). Perubahan ini menandai langkah strategis UB dalam menyesuaikan perkembangan keilmuan serta kebutuhan masyarakat dan industri yang semakin kompleks.

Ketua Senat FTP UB, Prof. Bambang Susilo menjelaskan bahwa fakultas ini berdiri sejak tahun 1998 dan awalnya berbentuk departemen atau jurusan sebelum berkembang menjadi Fakultas Teknologi Pertanian. 

“Pada masanya, penamaan Teknologi Pertanian lazim digunakan dan juga diterapkan di sejumlah perguruan tinggi lain seperti IPB dan Universitas Gadjah Mada,” kata Prof. Bambang di sela rapat senat terbuka dies natalis FTP UB ke-28 di gedung Samantha Krida, Selasa (27/1/2026).

Namun seiring waktu, sambung Prof. Bambang, cakupan keilmuan yang dikembangkan di FTP UB semakin meluas. Tidak hanya terbatas pada aspek pertanian konvensional atau kegiatan on-farm di lapangan, fakultas ini juga mengembangkan berbagai bidang off-farm, seperti teknologi pengolahan, otomatisasi mesin, penanganan pascapanen, hingga bioteknologi.

“Di masyarakat umum, istilah Teknologi Pertanian sering dipersepsikan sebagai bertani atau bertocok tanam. Padahal, di Fakultas Teknologi Pertanian cakupan keilmuannya jauh lebih luas, mulai dari teknologi pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, hingga rekayasa dan otomatisasi mesin,” ujar Prof. Bambang.

Ia juga menyoroti kekhasan UB dibandingkan perguruan tinggi lain. Jika umumnya hanya memiliki tiga program studi sarjana Teknik Pertanian, Teknologi Pertanian, dan Teknologi Pangan, UB mengembangkan tiga program studi tambahan yang lahir dari rumpun Teknologi Pertanian, yakni Teknik Lingkungan, Teknik Bioproses, dan Bioteknologi.

“Dengan berkembangnya bidang-bidang tersebut, nama Fakultas Teknologi Pertanian dinilai tidak lagi mampu merepresentasikan keseluruhan keilmuan yang ada. Oleh karena itu, UB memutuskan melakukan transformasi menjadi Fakultas Agroindustri dan Biosistem,” tuturnya.

“Dengan perubahan ini, UB menjadi pelopor di Indonesia sebagai satu-satunya perguruan tinggi yang bertransformasi dari Fakultas Teknologi Pertanian menjadi Fakultas Agroindustri dan Biosistem,” imbuh Prof. Bambang.

Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, menyambut baik transformasi tersebut. Menurutnya, perubahan nama dan arah pengembangan fakultas membawa motivasi dan filosofi baru bagi sivitas akademika.

“Ada motivasi baru, ada filosofi baru yang akan menggerakkan spirit untuk terus berkarya lebih baik, lebih berdampak, dan menjadi bagian penting dalam penyelesaian berbagai persoalan, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga global,” tandas Prof. Widodo.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....