Inovasi Drone AI, Mahasiswa UMM Raih Podium Nasional
- 26 Des 2025 15:23 WIB
- Malang
KBRN, Malang : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (FT UMM) kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Tim Airborn UMM berhasil meraih Juara III Kompetisi Inovasi Drone Nasional (KIDN) 2025 pada kategori drone tetap sasaran. Ajang tersebut digelar di Lapangan Aldiron, Jakarta Selatan, dan diikuti oleh tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Capaian tersebut diraih melalui pengembangan drone berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mampu mendeteksi dan melacak target secara real time. Drone dirancang untuk menjalankan misi secara mandiri dengan tingkat akurasi tinggi melalui integrasi sistem AI dan navigasi presisi.
M. Darma Putra Ramadhan, anggota Tim Airborn UMM menjelaskan bahwa teknologi utama drone memanfaatkan algoritma deep learning YOLOv5 yang dikonversi ke TensorRT untuk mengoptimalkan kinerja perangkat Jetson Nano.
“Optimalisasi tersebut memungkinkan pemrosesan visual berjalan lebih cepat dan stabil tanpa membebani sistem. Konversi ke TensorRT menjadi kunci agar drone tetap responsif menghadapi dinamika lapangan saat lomba,” ujar Darma, Jumat (26/12/2025).
Sistem AI tersebut kemudian diintegrasikan dengan navigasi berbasis GNSS dan GPS lock, sehingga drone tidak hanya mampu mengenali objek sasaran, tetapi juga bergerak menuju target secara presisi berdasarkan koordinat yang ditentukan. Drone yang dikembangkan memiliki kapasitas angkut hingga tiga kilogram.
“Tetapi pada KIDN 2025, tim menyesuaikan payload menjadi 750 gram dengan baterai seberat satu kilogram guna menjaga stabilitas terbang,” ungkapnya.
Tim Airborn UMM juga menerapkan fitur target lock, di mana operator dapat memilih objek sasaran melalui antarmuka click and drag. “Setelah target terkunci, drone akan bergerak otomatis mengikuti skenario misi, termasuk misi khusus yang mengharuskan drone menabrakkan diri ke target,” ucapnya.
Pada kategori drone tetap sasaran, penilaian juri meliputi aspek desain, konsep pengembangan, teknologi, presentasi, daya tahan, dan kecepatan. Berdasarkan pengujian internal, sistem drone Airborn UMM mencatat tingkat keberhasilan hingga 95 persen selama uji coba dan perlombaan.
Meski demikian, tim menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan waktu latihan serta kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Untuk mengatasinya, kami melakukan latihan hingga malam hari dengan memanfaatkan lapangan sepak bola UMM,” kata dia.
Ke depan, Tim Airborn UMM berencana mengembangkan sistem drone berbasis cloud dan Internet of Things (IoT) agar mampu menjalankan misi jarak menengah hingga jauh secara terintegrasi. Capaian ini menjadi pijakan awal FT UMM dalam memperkuat riset dan pengembangan drone berbasis AI yang adaptif dan berdaya saing nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....