Permudah Kolaborasi Riset, FILKOM UB Kembangkan Platform AI

  • 15 Okt 2025 08:40 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang : Tim dosen Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Brawijaya mengembangkan sebuah platform berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama ExpertLink. Teknologi ini dirancang untuk mempermudah peneliti, dosen, dan perguruan tinggi dalam menemukan kolaborator riset secara cepat dan relevan.

Salah seorang pengembang ExpertLink, Rizal menyebut, selama ini sejumlah tantangan terjadi dalam proses penelitian. Misalnya seperti sulitnya menemukan mitra penelitian, minimnya visibilitas akademik, hingga keterbatasan akses terhadap pendanaan dan industri sering menjadi hambatan dalam ekosistem riset di Indonesia.

“Maka melalui ExpertLink, tim pengembang mencoba menghadirkan solusi dengan memanfaatkan teknologi AI untuk mempercepat proses pencocokan dan eksplorasi kerja sama riset,” katanya, Rabu (15/10/2025).

Ia menjelaskan bahwa ExpertLink memiliki fitur utama berupa layanan rekomendasi pintar yang dapat mencocokkan proposal atau deskripsi proyek dengan pakar akademik yang relevan hanya dalam hitungan detik. Teknologi ini menggunakan pendekatan Topic Modelling dan Information Retrieval untuk menganalisis kesesuaian antara topik penelitian dan riwayat publikasi akademik.

“Dengan sistem ini, peneliti bisa menemukan kolaborator yang sesuai kebutuhan riset tanpa harus melalui proses manual yang panjang. AI membantu menilai relevansi dan rekam jejak, sehingga hasilnya lebih akurat,” jelas Rizal.

Selain fitur rekomendasi, ExpertLink juga dilengkapi Dashboard Eksploratif yang menampilkan tren dan topik penelitian populer di berbagai bidang ilmu.

“Melalui dashboard ini, universitas dapat memetakan keunggulan riset, memahami arah pengembangan akademik, sekaligus melihat peluang kolaborasi lintas disiplin,” ucapnya.

Tak hanya itu, fitur ExpertLink Edu memungkinkan pengembangan situs eksplorasi riset khusus untuk tiap universitas. Layanan ini membantu institusi meningkatkan visibilitas penelitian dan memperkuat reputasi akademik di tingkat nasional maupun internasional.

“Dengan visualisasi data yang informatif, pengguna bisa lebih mudah menemukan peluang penelitian baru sekaligus memperluas jejaring kolaborasi lintas bidang,” ujarnya.

Tim pengembang berharap, ExpertLink dapat menjadi katalisator dalam membangun ekosistem riset yang lebih terbuka dan produktif, khususnya dalam menjembatani kolaborasi antara dunia akademik dan industri.

“Platform ini masih dalam tahap pengembangan lanjutan dan akan diuji coba di beberapa universitas untuk melihat efektivitas serta potensi adopsinya di skala nasional,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....