FEB UB Malang Gelar Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Pronojiwo Lumajang

  • 01 Des 2024 16:22 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) Malang, menggelar kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada peningkatan kualitas sektor pariwisata dan pengelolaan usaha mikro di Desa Pronojiwo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang belum lama ini. Melalui workshop interaktif, para peserta mendapatkan pelatihan public speaking, manajemen keuangan usaha mikro, dan pemanfaatan aplikasi keuangan digital.

"Kegiatan ini diadakan sebagai bagian dari komitmen FEB UB dalam memberdayakan masyarakat sekitar destinasi wisata Tumpak Sewu, salah satu daya tarik unggulan di Jawa Timur. BUMDes Sumber Makmur sebagai pengelola wisata Tumpak Sewu menjadi mitra utama dalam program ini, yang juga melibatkan pelaku usaha mikro di kawasan tersebu," kata Dr.rer.pol. Wildan Syafitri, S.E.,M.E, salah satu tim program pengabdian tersebut pada RRI, Minggu (1/12/2024).

Sesi pertama dalam workshop berfokus pada pelatihan keterampilan public speaking bagi para pemandu wisata. Materi mencakup teknik komunikasi yang menarik, cara menyampaikan informasi secara jelas, hingga strategi interaksi profesional dengan wisatawan.

"Peserta dilatih untuk menyampaikan cerita sejarah dan keunikan Tumpak Sewu dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris, guna memperkuat daya tarik wisatawan asing," terangnya.

Pelatihan ini mendapatkan antusiasme tinggi dari para pemandu wisata. Dalam sesi praktik langsung, peserta berlatih mengatur intonasi suara, menggunakan bahasa tubuh, dan menjawab pertanyaan wisatawan secara ramah.

Wildan menambahkan, pelaku usaha mikro juga mendapatkan pelatihan mengenai pencatatan keuangan yang efektif, termasuk pengelolaan arus kas dan perencanaan anggaran. Pemanfaatan aplikasi keuangan digital menjadi solusi utama untuk membantu pelaku usaha mengikuti perkembangan teknologi dalam mencatat transaksi dan menerima pembayaran non-tunai.

"Dalam simulasi yang dilakukan, pelaku usaha diperkenalkan pada fitur aplikasi keuangan seperti pencatatan otomatis, laporan keuangan harian, hingga metode pembayaran QRIS yang semakin diminati oleh wisatawan modern. Pelatihan ini tidak hanya mempermudah pengelolaan usaha, tetapi juga meningkatkan kenyamanan pelanggan dalam bertransaksi," katanya.

Salah satu pemandu wisata, Rani, menyampaikan bahwa pelatihan ini membantu meningkatkan profesionalisme dalam berkomunikasi. “Kami jadi lebih siap menjelaskan keindahan Tumpak Sewu, terutama untuk wisatawan asing yang sering bertanya detail,” katanya.

Di sisi lain, pelaku usaha mikro seperti Andi, pemilik warung di sekitar Tumpak Sewu, mulai menggunakan aplikasi keuangan digital. “Sekarang saya bisa mencatat transaksi lebih rapi dan menerima pembayaran QRIS, jadi lebih mudah melayani wisatawan,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi antara FEB UB dan BUMDes Sumber Makmur. Tim pengabdian juga akan terus memantau hasil pelatihan dan memberikan pendampingan lebih lanjut jika diperlukan.

"Tujuannya menciptakan pengelolaan pariwisata yang profesional dan berkelanjutan," tambah Wildan.

Ia juga berharap program ini mampu meningkatkan daya saing pariwisata Tumpak Sewu dan kualitas ekonomi masyarakat sekitarnya. Dengan sinergi yang terus dibangun, Lumajang berpotensi menjadi salah satu destinasi unggulan nasional yang didukung oleh pengelolaan profesional dan partisipasi aktif masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....