“Rooftop Rain” China Gunakan Hujan Buatan dari Atap Gedung Lawan Gelombang Panas

  • 10 Jul 2026 22:12 WIB
  •  Malang
Poin Utama
  • Kota Yuncheng di Provinsi Shanxi, China mengimplementasikan rooftop misting system yang mampu menurunkan suhu udara sebesar 5-8 derajat Celsius dalam hitungan menit.
  • Teknologi ini bekerja berdasarkan prinsip pendinginan penguapan (evaporative cooling) dimana butiran air yang disemprotkan akan menguap dan menyerap panas dari udara sekitar.
  • Sistem ini lebih hemat energi dibandingkan AC konvensional karena hanya memerlukan pasokan air, pompa, dan nosel bertekanan tinggi dengan konsumsi listrik yang jauh lebih rendah.
  • Teknologi serupa telah diterapkan di berbagai kota China seperti taman kota, alun-alun, dan halte bus sebagai respons terhadap meningkatnya frekuensi gelombang panas akibat perubahan iklim global dan fenomena urban heat island.

RRI.CO.ID, Malang – Sebuah inovasi unik di China tengah viral di media sosial dan menjadi perhatian dunia. Di tengah gelombang panas yang melanda sejumlah wilayah, sebuah kawasan permukiman di Kota Yuncheng, Provinsi Shanxi, China bagian utara memanfaatkan sistem penyemprot kabut air (rooftop misting system) yang dipasang di atap gedung-gedung tinggi untuk membantu menurunkan suhu lingkungan. Teknologi ini menyemprotkan butiran air berukuran sangat halus dari atap gedung sehingga menciptakan kabut yang menyelimuti area di sekitarnya seolah-olah hujan turun dari langit. Selain memberikan pemandangan yang menarik, sistem tersebut terbukti mampu menurunkan suhu udara secara signifikan.

Teknologi ini bekerja berdasarkan prinsip ilmiah yang dikenal sebagai pendinginan melalui penguapan (evaporative cooling). Butiran air yang yang disemprotkan dengan tekanan tinggi ke udara akan menguap, proses penguapan akan menyerap panas dari udara di sekitarnya sehingga suhu lingkungan menjadi lebih rendah. Mekanisme ini serupa dengan cara keringat mendinginkan tubuh manusia saat menguap. Berdasarkan laporan media di China, sistem ini mampu menurunkan suhu udara dan permukaan lingkungan sekitar antara 5 hingga 8 derajat Celsius hanya dalam hitungan menit, terutama ketika suhu udara luar mendekati sekitar 38 derajat Celsius.

Karena ukuran butiran air sangat kecil, proses penguapan berlangsung dengan cepat, terutama pada kondisi cuaca yang panas dan kering, udara sekitar dapat menjadi lebih sejuk tanpa menyebabkan jalanan menjadi basah. Selain itu, sistem ini juga lebih hemat energi dibandingkan pendingin ruangan (AC) konvensional. Operasionalnya hanya membutuhkan pasokan air, pompa, dan nosel bertekanan tinggi sehingga konsumsi listriknya jauh lebih rendah.

Teknologi serupa sebenarnya telah digunakan di berbagai kota di China, seperti di taman kota, alun-alun, kawasan pejalan kaki, hingga halte bus selama musim panas. Penerapan teknologi ini merupakan respons terhadap meningkatnya frekuensi gelombang panas di China dalam beberapa tahun terakhir. Para ilmuwan mengaitkan fenomena tersebut dengan dampak perubahan iklim global. Selain itu, kota-kota besar juga menghadapi fenomena urban heat island atau pulau panas perkotaan. Bangunan, jalan beraspal, dan permukaan beton menyerap serta menyimpan panas, sehingga suhu di kawasan perkotaan menjadi jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah pedesaan di sekitarnya.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyebut proyek tersebut sebagai salah satu contoh upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemanfaatan teknologi yang sederhana namun efektif. Meski demikian, beberapa ahli mengingatkan pentingnya memperhatikan penggunaan air, terutama di daerah yang mengalami keterbatasan sumber daya air. Namun, para pendukung teknologi ini menilai konsumsi air relatif kecil karena sebagian besar kabut langsung menguap ke udara.

Proyek di Provinsi Shanxi menjadi bagian dari upaya yang semakin berkembang di berbagai negara untuk membantu kota-kota beradaptasi terhadap kenaikan suhu akibat perubahan iklim. Berbagai solusi pendinginan yang hemat energi kini mulai dikembangkan guna menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih nyaman dan berkelanjutan.

Seiring semakin seringnya gelombang panas melanda berbagai wilayah dunia, sistem penyemprot kabut dari atap gedung diperkirakan akan menjadi salah satu inovasi yang semakin banyak diterapkan sebagai solusi praktis dalam menghadapi tantangan iklim di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....