Krisis Air, Ancaman Nyata di Masa Depan

  • 08 Jan 2025 12:48 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang: Krisis air global kini menjadi ancaman nyata yang mengancam kehidupan jutaan orang di seluruh dunia. Air yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar, kini semakin sulit didapatkan.

"Empat miliar orang, hampir dua pertiga populasi dunia mengalami kelangkaan air yang parah setidaknya selama satu bulan setiap tahun," kata pernyataan resmi UNICEF, Rabu (8/1/2025).

Di banyak negara, termasuk Indonesia, kelangkaan air semakin terasa, dengan lebih dari dua miliar orang tinggal di daerah yang memiliki persediaan air yang tidak memadai. Krisis air disebabkan oleh berbagai faktor yang saling berhubungan. Salah satu penyebab utama adalah pencemaran air yang terjadi akibat limbah industri, pertanian, dan domestik.

"Perubahan iklim juga mempengaruhi pola curah hujan, yang membuat beberapa daerah mengalami kekeringan berkepanjangan, sementara daerah lain malah terendam banjir. Akibatnya, distribusi air menjadi tidak merata, dan daerah-daerah yang sebelumnya kaya akan sumber daya air kini menghadapi krisis yang semakin parah," ujarnya.

Tanpa akses terhadap air bersih, penyakit yang ditularkan melalui air seperti diare dan kolera akan semakin menyebar, mengancam nyawa banyak orang, terutama anak-anak. Selain itu, krisis air juga mempengaruhi sektor pertanian, yang bergantung pada ketersediaan air untuk irigasi. Kekurangan air bisa menyebabkan gagal panen, mengancam ketahanan pangan, dan meningkatkan angka kemiskinan.

Mengatasi krisis air bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama masyarakat. Melalui pendidikan dan peningkatan kesadaran, masyarakat dapat lebih memahami pentingnya air dan cara-cara untuk menghematnya. Misalnya, program pendidikan di sekolah-sekolah yang mengajarkan siswa tentang pentingnya konservasi air dapat membantu menciptakan kebiasaan baik sejak dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....